Bidik24.com – Jakarta. Pengusaha minyak ternama asal Singapura, Lim Oon Kuin atau OK Lim, bersama kedua anaknya resmi dinyatakan bangkrut pada Jumat (27/12). Pendiri perusahaan minyak raksasa Hin Leong Trading itu mengajukan pailit karena tidak memiliki aset yang cukup untuk melunasi seluruh utang kepada kreditur.
Mengutip Channel News Asia (CNA), Lim dan kedua anaknya, Lim Huey Ching serta Evan Lim Chee Meng, sebelumnya sepakat pada September 2024 untuk membayar likuidator dan kreditur sebesar US$3,6 miliar. Namun, mereka akhirnya mengakui tidak mampu memenuhi kewajiban tersebut dan memilih untuk mengajukan pailit.
Pengumuman kebangkrutan resmi dimuat dalam lembaran negara Singapura pada Jumat, meski status pailit berlaku sejak 19 Desember 2024. Pengelolaan aset pailit keluarga Lim kini berada di bawah tanggung jawab Leow Quek Shiong dan Seah Roh Lin dari BDO Advisory.
Langkah ini diambil di tengah persidangan perdata yang dimulai Agustus 2023, di mana likuidator menggugat keluarga Lim. Namun, keputusan pailit menghentikan persidangan dan membatalkan kewajiban mereka untuk memberikan kesaksian di pengadilan.
Hin Leong Trading mengalami kerugian sebesar US$808 juta dari kontrak berjangka dan swap selama periode 2010–2020. Kerugian ini diduga sengaja disembunyikan oleh keluarga Lim dengan memalsukan laporan keuangan yang menunjukkan keuntungan sebesar US$2,1 miliar. Praktik tersebut menyebabkan perusahaan terlihat menguntungkan, meskipun sebenarnya bangkrut besar-besaran.
Pada November lalu, OK Lim, kini berusia 82 tahun, dijatuhi hukuman 17,5 tahun penjara atas tuduhan penipuan terhadap bank global HSBC Holdings Plc. Lim terbukti memalsukan transaksi penjualan minyak dan dokumen palsu, yang menyebabkan HSBC memberikan pinjaman senilai US$111,7 juta kepada Hin Leong Trading.
Hakim Distrik Utama Toh Han Li menyebut tindakan Lim sebagai salah satu kasus penipuan pembiayaan perdagangan paling serius di Singapura. Hakim menekankan perlunya hukuman berat untuk mencegah dampak negatif pada ekosistem keuangan Singapura, yang dapat membuat bank memperketat layanan atau bahkan menarik pembiayaan perdagangan.
Meski begitu, pengacara Lim mengungkapkan rencana untuk mengajukan banding atas hukuman tersebut.
sub cnnindonesia















