Home / Ekonomi / kriminal / Politik

Minggu, 12 Januari 2025 - 12:21 WIB

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Tak Hadiri Sidang Perdana Pemakzulan di MK

Mahkamah Konstitusi Korea Selatan bersiap menggelar sidang perdana pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol pada 14 Januari 2025. Sidang ini akan menjadi penentu nasib presiden nonaktif tersebut

Mahkamah Konstitusi Korea Selatan bersiap menggelar sidang perdana pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol pada 14 Januari 2025. Sidang ini akan menjadi penentu nasib presiden nonaktif tersebut

Bidik24.com – Indonesia. Presiden Korea Selatan nonaktif, Yoon Suk Yeol, dipastikan tidak akan hadir dalam sidang perdana pemakzulan yang dijadwalkan berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa (14/2).

Pengacara Yoon, Yoon Kab Keun, menyatakan bahwa alasan ketidakhadiran kliennya adalah kekhawatiran terhadap ancaman keselamatan. Menurutnya, Yoon baru bersedia hadir jika keamanan dirinya dapat dijamin.

“Kami khawatir tentang keselamatan (Yoon Suk Yeol) dan potensi insiden selama persidangan,” ujar Yoon Kab Keun dalam pernyataannya kepada AFP, Minggu (12/1). Ia menegaskan, “Presiden tidak akan hadir pada sidang 14 Januari (2025) tetapi siap hadir kapan pun setelah isu keselamatan terselesaikan.”

Baca Juga  GeRAK Aceh Barat Desak Polres Tuntaskan Kasus OTT Bimtek 2019 yang Masih Mandek

Sidang ini akan menjadi penentu apakah Yoon akan dicopot secara permanen dari jabatannya atau diizinkan kembali memimpin sebagai presiden. Pemakzulan ini terkait keputusannya menetapkan status darurat militer pada Selasa (3/12) malam.

Hakim Lee Mi Son menyampaikan bahwa sidang perdana pemakzulan akan dimulai pukul 14.00 waktu setempat, dan Yoon diwajibkan hadir. Dalam sidang tersebut, akan ada argumen dari tim hukum pemohon dan tergugat. Sidang ini juga menjadi kesempatan bagi tim hukum Yoon untuk membela diri, serta bagi parlemen untuk menguatkan dasar pemakzulan.

Baca Juga  Pemerintah Korea Selatan Buka Pendaftaran Beasiswa GKS-G 2025 untuk S2, S3, dan Riset

Jika Yoon tetap tidak hadir, MK berencana melanjutkan sidang berikutnya pada 16 Januari 2025.

Sementara itu, Partai Demokratik, oposisi utama, menuduh Yoon tengah memimpin pemberontakan. Anggota parlemen Jung Chung Rae menuding Yoon berusaha menghindari penangkapan.

Pemakzulan Yoon sebelumnya disetujui oleh Majelis Nasional Korea Selatan pada 14 Desember 2024, melalui voting yang menghasilkan 204 suara mendukung, 85 menolak, dan 8 abstain.

Sub Cnnindonesia

Share :

Baca Juga

Politik

MK Ungkap Persoalan Dokumen Pendidikan Gibran, PKS Puji Putusan

Ekonomi

14 Bank Tutup Sepanjang 2026, Terbaru BPR Pasarraya Kuta di Bali Dicabut Izinnya

Ekonomi

Usai Dicopot Jadi Menkeu, Putra Purbaya: Bapak Bisa Tidur Nyenyak Lagi dan Balik Jadi Trader

Ekonomi

Konflik Timur Tengah Memanas, Pertamina Sebut Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu per Liter

Ekonomi

Bill Gates Peringatkan Jutaan Pekerjaan Terancam AI: Dunia Belum Siap Hadapi Disrupsi

Politik

Presiden Prabowo Resmi Berhentikan M. Nasir dari Jabatan Sekda Aceh

Berita

Dua Hari, Dua Dunia: Mengapa May Day Begitu Riuh dan Hardiknas Begitu Sunyi?

Ekonomi

Lolos Uji Kelayakan DPR, Friderica Widyasari Dewi Pimpin OJK