Bidik24.com – Bulan Rajab merupakan bulan ketujuh dalam kalender Hijriah dan dikenal sebagai salah satu bulan yang penuh keberkahan dan kemuliaan dalam Islam. Seperti halnya bulan Muharram, Zulhijah, dan Zulkaidah, Rajab memiliki nilai istimewa di sisi Allah SWT. Di bulan ini, umat Islam memperingati salah satu peristiwa besar dalam sejarah Islam, yakni Isra Miraj, ketika Allah SWT menurunkan kewajiban salat lima waktu melalui Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini menjadi tanda penting yang menandai hubungan antara umat Muslim dengan Allah SWT melalui ibadah salat.
Bulan Rajab memberi kesempatan bagi umat Islam untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbaiki kualitas ibadah mereka. Salah satu cara yang sangat dianjurkan adalah dengan menjalankan puasa sunnah Rajab. Rasulullah SAW menyebut bulan Rajab sebagai “bulan Allah”, yang menunjukkan kedudukannya yang sangat istimewa di hadapan Allah. Beliau juga bersabda, “Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.” (HR Al-Baihaqi). Hadis ini memberikan gambaran betapa mulianya bulan Rajab di hadapan Allah, yang memberi peluang besar untuk mendapatkan pahala berlimpah.
Imam Fakhruddin al-Razi dalam kitabnya Mafâtîh al-Ghaib juga meriwayatkan sebuah hadis yang menggambarkan betapa besar ganjaran yang akan diterima bagi mereka yang berpuasa di bulan-bulan mulia, termasuk Rajab. Hadis tersebut berbunyi:
مَنْ صَامَ يَوْمًا مِنْ أَشْهُرِ اللّٰهِ الْحُرُمِ كَانَ لَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ ثَلَاثُونَ يَوْمًا
Artinya: “Barang siapa yang berpuasa satu hari pada bulan-bulan yang dimuliakan (Zulkaidah, Zulhijjah, Muharam, dan Rajab), maka ia akan mendapat pahala puasa 30 hari.”
Hal ini menunjukkan bahwa setiap amal ibadah yang dilakukan di bulan Rajab akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Pahala besar menanti bagi siapa saja yang memanfaatkan bulan ini dengan berpuasa sunnah sebagai wujud cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.
Bagi umat Islam yang berniat menjalankan puasa sunnah Rajab, berikut adalah bacaan niat puasa Rajab yang dapat diucapkan:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab latin: Nawaitu shauma Rajaba sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa Rajab, sunnah karena Allah ta’âlâ.”
Jika seseorang lupa berniat pada malam hari, niat tetap bisa dilakukan di siang hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan atau minum. Berikut adalah bacaan niat puasa 27 Rajab yang dapat diucapkan di siang hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i syahri rajaba sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Rajab hari ini, sunnah karena Allah ta’âlâ.”
Berdasarkan kalender Hijriah Indonesia 2025 yang diterbitkan oleh Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, tanggal 27 Rajab 1446 H diperkirakan jatuh pada Senin, 27 Januari 2025. Ini menjadi kesempatan berharga bagi umat Islam untuk melaksanakan puasa sunnah pada tanggal tersebut, yang penuh dengan kemuliaan dan pahala besar.
Sub detik.com














