Bidik24.com, Jakarta – Pemanfaatan teknologi terkini, seperti kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI), menuntut Indonesia memiliki sumber daya manusia (SDM) yang unggul untuk bersaing di kancah global. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Nezar Patria, menegaskan bahwa kemampuan Indonesia untuk menjadi pemain teknologi global bergantung pada kualitas SDM yang dipersiapkan sejak dini.
“Pemerintah Presiden Prabowo Subianto sangat fokus pada pembangunan SDM melalui peningkatan pendidikan dan kesehatan generasi muda, karena keduanya adalah fondasi utama untuk masa depan yang lebih baik,” ujar Nezar dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Senin.
Menurutnya, pendidikan yang berkualitas dan kecukupan gizi yang baik menjadi aspek mendasar untuk memastikan generasi mendatang mampu menghadapi tantangan global. “Gizi yang baik itu sangat penting. Jika generasi muda kita sehat dan bergizi baik, mereka akan lebih cerdas dan mampu membawa Indonesia menjadi negara yang lebih maju, terutama menuju visi Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Penguatan Pendidikan Digital dan Ruang Siber yang Aman
Selain menitikberatkan pada pendidikan dan kesehatan, Pemerintah juga mendorong penguasaan teknologi digital sejak usia dini. Salah satu langkah nyata adalah memperkenalkan materi teknologi digital kepada siswa sekolah dasar dan menengah.
“Pemerintah benar-benar memperhatikan bagaimana kemajuan adopsi teknologi digital dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat, sekaligus memastikan ruang digital tetap aman, sehat, dan produktif,” jelas Nezar.
Dalam hal regulasi, Pemerintah sedang merancang aturan yang kompetitif untuk menarik minat perusahaan teknologi global. Dengan regulasi yang sebanding dengan negara-negara tetangga, Indonesia diharapkan mampu menarik lebih banyak investasi dari perusahaan teknologi dunia, menjadikannya bagian penting dari rantai pasok produk teknologi global.
“Upaya ini akan meningkatkan daya tawar Indonesia di persaingan global. Kita ingin memastikan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan teknologi global,” tegasnya.
Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025
Untuk mempercepat transformasi digital, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meluncurkan program Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025. Program ini dirancang sebagai alat ukur untuk mengetahui tingkat kecakapan digital masyarakat Indonesia.
Peluncuran IMDI merupakan bagian dari upaya strategis Pemerintah untuk mendorong akselerasi ekonomi digital nasional. Pemerintah menyadari bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, akademisi, dan masyarakat, sangat penting untuk memastikan keberhasilan inisiatif ini.
“Dengan kolaborasi yang baik, kita berharap ekonomi digital Indonesia dapat berkembang lebih pesat dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” pungkas Nezar.
Visi Indonesia Menuju 2060
Nezar optimis bahwa dengan langkah-langkah strategis yang telah dirancang, Indonesia akan mampu mencapai posisi yang lebih maju di panggung teknologi dunia pada 2060. Namun, ia mengingatkan bahwa semua ini memerlukan upaya berkelanjutan dalam memperkuat pendidikan, kesehatan, dan adopsi teknologi digital di seluruh lapisan masyarakat.
Dengan fokus pada SDM yang unggul, ruang digital yang aman, serta regulasi yang kompetitif, Pemerintah berharap Indonesia mampu menghadapi tantangan global sekaligus menjadi pemain utama di bidang teknologi dan digitalisasi dunia.
Sub Antaranews.com















