Home / Ekonomi

Sabtu, 8 Februari 2025 - 20:10 WIB

Meningkatkan Produktivitas Kakao di Aceh, Tantangan dan Peluang dalam Industri Global

Bidik24.com – Aceh Timur. Penjabat (Pj) Bupati Aceh Timur, Amrullah M Ridha, menegaskan bahwa Provinsi Aceh memiliki peran penting sebagai daerah penghasil kakao di Indonesia, meskipun budidayanya menghadapi tantangan yang cukup kompleks.

“Indonesia merupakan salah satu produsen utama kakao di dunia, dan Aceh turut berkontribusi dalam produksi komoditas ini,” ujar Amrullah M Ridha saat menghadiri sosialisasi program pendampingan petani kakao di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Aceh Timur, Sabtu.

Ia mengungkapkan bahwa dalam lima tahun terakhir, produksi biji kakao di Indonesia mengalami penurunan signifikan, dari 270.000 ton pada 2017 menjadi 170.000 ton pada 2021. Penurunan ini disebabkan oleh banyaknya kebun kakao yang telah berusia tua, kurang terawat, serta penggunaan sistem monokultur yang meningkatkan risiko serangan hama dan penyakit.

Baca Juga  Banda Aceh Berduka: Keuchik Gampong Lampulo, Alta Zaini, Telah Berpulang ke Rahmatullah

“Di Aceh sendiri, lebih dari 95.000 hektare lahan kakao telah berumur lebih dari 20 tahun, sehingga produktivitasnya rendah dan kurang menguntungkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Amrullah menyoroti bahwa kurangnya penerapan teknik budidaya yang baik dan minimnya inovasi menjadi kendala utama dalam meningkatkan produksi dan kualitas kakao.

Baca Juga  Pon Yaya Lepas Kontingen Petanque Aceh Menuju Kejurnas 2026, Tradisi dan Identitas Aceh Jadi Daya Tarik

Selain itu, perubahan iklim juga memberikan dampak besar terhadap hasil panen kakao. Faktor-faktor seperti kekeringan yang berkepanjangan, pola curah hujan yang tidak menentu, kenaikan suhu, serta penyebaran hama dan penyakit turut mempengaruhi produktivitas kakao serta kesejahteraan petani.

“Dengan meningkatnya permintaan global terhadap kakao berkualitas, sangat penting bagi petani untuk menerapkan praktik pertanian kakao berkelanjutan agar dapat mengatasi berbagai tantangan tersebut dan meningkatkan produksi kakao di Aceh,” tutup Amrullah M Ridha.

Sub. atjehwatch

Share :

Baca Juga

Ekonomi

USK Perkuat Hilirisasi MaKaFeed melalui Pelatihan Usaha Maggot di Kuta Ateuh

Ekonomi

USK Kembangkan Ekonomi Sirkular melalui Maggot dan MaKaFeed di Sabang

Ekonomi

14 Bank Tutup Sepanjang 2026, Terbaru BPR Pasarraya Kuta di Bali Dicabut Izinnya

Ekonomi

Usai Dicopot Jadi Menkeu, Putra Purbaya: Bapak Bisa Tidur Nyenyak Lagi dan Balik Jadi Trader

Ekonomi

Konflik Timur Tengah Memanas, Pertamina Sebut Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu per Liter

Ekonomi

Bill Gates Peringatkan Jutaan Pekerjaan Terancam AI: Dunia Belum Siap Hadapi Disrupsi

Berita

Dua Hari, Dua Dunia: Mengapa May Day Begitu Riuh dan Hardiknas Begitu Sunyi?

Ekonomi

Lolos Uji Kelayakan DPR, Friderica Widyasari Dewi Pimpin OJK