Home / Ekonomi

Sabtu, 17 Januari 2026 - 10:59 WIB

Heboh Video TikTok Soal Rekening Jokowi, Kemenkeu Pastikan Itu Berita Bohong

Bidik24.com – Jakarta. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akhirnya angkat bicara untuk meluruskan isu liar yang sempat menghebohkan ruang publik. Isu tersebut menyebutkan bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menemukan data rekening milik mantan Presiden Joko Widodo dengan nilai fantastis mencapai ribuan triliun rupiah di sebuah bank di China. Kemenkeu memastikan, kabar itu sepenuhnya tidak benar alias hoaks.

Klarifikasi tegas ini disampaikan melalui pernyataan resmi di akun media sosial Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kemenkeu, sebagai respons atas kegaduhan yang berkembang di masyarakat.
“Informasi yang menyatakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menemukan data uang Jokowi ribuan triliun rupiah di bank China adalah tidak benar atau hoaks,” tegas Kemenkeu, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga  Alumni Trisakti Buka Peluang Emas: Program Magang Hukum Terbaru Siapkan Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja!

Kemenkeu juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, terlebih yang mencatut nama pejabat negara untuk kepentingan yang tidak bertanggung jawab.
“Masyarakat diharapkan lebih waspada dan teliti dalam memverifikasi setiap informasi yang beredar, khususnya yang mengatasnamakan Menteri Purbaya,” lanjut pernyataan tersebut.

Isu ini mencuat setelah beredarnya sebuah video di platform TikTok dengan narasi provokatif, seolah-olah Menteri Keuangan menemukan simpanan dana jumbo milik Jokowi di luar negeri. Padahal, video tersebut diketahui hanya berisi rangkaian suntingan foto Menteri Purbaya Yudhi Sadewa, Presiden Joko Widodo bersama Iriana, serta Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga  Bertahan di Tengah Krisis: Kemenag Prioritaskan Tunjangan Guru Non-PNS!

Tak hanya itu, latar belakang visual berupa tumpukan uang yang digunakan dalam video tersebut ternyata merupakan dokumentasi barang bukti dari kasus yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang sama sekali tidak memiliki kaitan dengan narasi yang dibangun.

Dengan klarifikasi ini, Kemenkeu berharap publik tidak lagi terjebak dalam pusaran disinformasi dan tetap mengedepankan akal sehat serta literasi digital dalam menyikapi setiap konten yang beredar di media sosial.

Sub. sindonews.com

Share :

Baca Juga

Berita

Dua Hari, Dua Dunia: Mengapa May Day Begitu Riuh dan Hardiknas Begitu Sunyi?

Ekonomi

Lolos Uji Kelayakan DPR, Friderica Widyasari Dewi Pimpin OJK

Ekonomi

AS Kembali Gunakan Kayu Bakar Setelah Penutupan Selat Hormuz

Ekonomi

Ditegur Mahkamah Agung, Trump Pilih Gaspol Perang Tarif

Ekonomi

Antara Tradisi dan Janji, Kisah Uang Meugang di Pendopo

Ekonomi

Kabur ke Luar Negeri, Riza Chalid Resmi Berstatus Buronan Internasional

Ekonomi

Ketua KPK Tanggapi Klaim Noel soal Menkeu Purbaya: Kami Hanya Berpegang pada Fakta Persidangan

Ekonomi

Emas Menggila! Antam Cetak Rekor, Semua Merek Kompak Naik