Bidik24.com – Aceh Besar— Suasana penuh haru kembali menyelimuti kediaman almarhum Dr. Drs. Syamsulrizal, M.Kes pada peringatan 10 hari kepergiannya, Senin (3/11). Tokoh pendidikan Aceh yang dikenal ramah, humanis, dan berdedikasi tinggi ini kembali dikenang melalui untaian doa, zikir, serta kehadiran para sahabat dan kolega dari lingkungan akademisi.
Kehadiran para pimpinan perguruan tinggi tersebut menjadi bukti betapa besar penghargaan dunia pendidikan Aceh terhadap almarhum. Tiga rektor dari kampus besar di Aceh hadir secara langsung:
Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) – Prof. Dr. Marwan, M.Si
Rektor UIN Ar-Raniry – Prof. Dr. Mujiburrahman, MA
Rektor ISBI Aceh – Prof. Wildan, M.Pd.
Silaturahmi hangat dan suasana kekeluargaan tampak kuat, memperlihatkan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya sosok pendidik yang selama hidupnya selalu mengutamakan kebermanfaatan bagi sesama.
Dalam sambutannya, Rektor USK Prof. Dr. Marwan, M.Si mengenang perjalanan panjang almarhum dalam dunia pendidikan.
“Pak Syamsulrizal memulai karir sejak tahun 1992 sebagai Pembantu Dekan, kemudian menjadi Sekretaris LPPM, Wakil Bupati Aceh Besar, dan terakhir menjabat sebagai Dekan FKIP USK. Kiprahnya dalam dunia pendidikan tidak diragukan lagi.”
Dengan suara yang berusaha tegar, ia melanjutkan:
“Beliau sosok baik, pemimpin humanis, dan teladan bagi kita semua. Kehilangannya sangat menyentuh bagi kampus, kolega, dan masyarakat Aceh.”
Suasana makin haru saat Rektor UIN Prof. Dr. Mujiburrahman, MA melantunkan doa penuh kerinduan:
“Assalamualaika ya Rasulallah
Assalamualaika ya Nabiyullah
Assalamualaika ya Habibullah…”
Beliau juga menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh pihak:
“Terima kasih atas doa yang menguatkan keluarga. Samadiah tadi dipimpin Ustaz Fahridin, alumni FKIP, yang sangat mencintai almarhum.”
Beliau menutup dengan pengingat spiritual:
“Beliau wafat dalam keadaan sehat, itu tanda rahmat Allah. Semoga Allah muliakan beliau di alam kubur dan terima seluruh amalnya.”
disela keramaian awak media berdiskusi dengan Rektor ISBI Aceh Prof. Wildan, M.Pd. menyampaikan rasa hormat mendalam:
“Beliau bukan hanya akademisi, tetapi perekat budaya dan pendidikan. Hubungan humanisnya lintas kampus, lintas komunitas, dan lintas generasi—itulah warisan nilai yang beliau tinggalkan.”
Almarhum dikenal dekat dengan mahasiswa, ramah kepada kolega, dan selalu memberi ruang bagi gagasan baru. Ia meninggalkan jejak sebagai pemimpin yang rendah hati, pendengar yang baik, dan pribadi yang selalu tersenyum.
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar Allah memberikan tempat terbaik bagi almarhum.
Semoga Allah menempatkan beliau di surga tertinggi, menerima amal jariyahnya, dan memberi kesabaran bagi keluarga. Dr. Drs. Syamsulrizal, M.Kes telah pergi, namun keteladanannya tetap hidup — dalam ingatan, karya, dan hati masyarakat Aceh. (Red)















