Home / Berita

Jumat, 13 Desember 2024 - 16:28 WIB

Aceh di Ujung Tanduk: Meningkatkan Ketahanan Pangan sebagai Solusi Kemiskinan!

Ketahanan pangan di Aceh menjadi harapan baru dalam menghadapi kemiskinan, dengan petani yang gigih berjuang di ladang mereka sebagai simbol perlawanan terhadap keterpurukan.

Ketahanan pangan di Aceh menjadi harapan baru dalam menghadapi kemiskinan, dengan petani yang gigih berjuang di ladang mereka sebagai simbol perlawanan terhadap keterpurukan.

Bidik24.com – Tema utama dalam dialog Mozaik Indonesia yang diselenggarakan oleh RRI Banda Aceh pada 11 Desember 2024 adalah mengatasi kemiskinan melalui peningkatan ketahanan pangan. Dalam acara ini, Husaini Yusuf, Ketua Tim Program dan Evaluasi BSIP Aceh, memaparkan berbagai strategi untuk meningkatkan produksi pangan di Aceh.

Dengan hampir 70% penduduknya bergantung pada pertanian, Aceh memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan pangan.

Namun, sektor pertanian dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk perubahan iklim dan konversi lahan, yang tetap menjadi pilar penting dalam menjaga ketahanan pangan provinsi ini.

Perubahan iklim yang tidak terduga, seperti kekeringan dan curah hujan yang tidak stabil, telah memengaruhi hasil pertanian.

Baca Juga  Indonesia Butuh 9 Juta Talenta Digital Hingga 2030, Jika Tidak, Kita Akan Tertinggal!

Oleh karena itu, dibutuhkan varietas tanaman yang lebih adaptif terhadap kondisi ekstrim untuk menjaga stabilitas hasil pertanian.

Husaini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam mendukung ketahanan pangan.

Sinergi antara pemerintah pusat, TNI, Polri, dan masyarakat sangat diperlukan dalam program swasembada pangan yang dipimpin oleh Kementerian Pertanian.

Untuk mendukung upaya ini, penyediaan infrastruktur yang memadai, seperti irigasi dan bendungan, juga sangat penting untuk memastikan kelancaran produksi pangan.

Kementerian Pertanian terus berusaha memberdayakan petani melalui berbagai program, termasuk pembentukan brigade pangan, distribusi benih unggul, dan perbaikan sarana irigasi.

Baca Juga  Teachers Are No Longer the Primary Source of Knowledge: So What Is Their Role in the AI Era?

Selain itu, teknologi modern seperti drone dan mesin tanam diperkenalkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan penerapan teknologi ini, petani diharapkan dapat menghasilkan hingga 8 ton padi per hektar.

Perkembangan teknologi digital juga mempermudah pemasaran produk pertanian. Petani kini dapat memanfaatkan platform online untuk menjual hasil pertanian mereka, bahkan ke daerah lain.

Diversifikasi produk pertanian, seperti mengolah padi menjadi tepung, dianggap sebagai solusi untuk meningkatkan pendapatan petani. Sinergi antara berbagai pihak sangat krusial untuk meningkatkan produksi pangan dan mengurangi kemiskinan di Aceh.

Dengan upaya berkelanjutan, diharapkan ketahanan pangan dapat terwujud dan kesejahteraan masyarakat Aceh meningkat.

Sumber: RRI.co.id

Share :

Baca Juga

Berita

Resmi Dilantik, Tuha Peut Neuheun Siap Awasi dan Benahi Tata Kelola Gampong

Berita

Dua Hari, Dua Dunia: Mengapa May Day Begitu Riuh dan Hardiknas Begitu Sunyi?

Berita

Ketua Komisi VI DPRA Aceh Kecam Pernyataan Menteri ESDM Soal Pemulihan Listrik

Berita

Luar Biasa! MIN 20 Aceh Besar Boyong Juara Umum PORSENI Ke-VII K2MI Aceh Besar 2025

Berita

Prabowo Bentuk Komite Reformasi Polri Lewat Keppres

Berita

Generasi Literasi Menyatu Dengan Sejarah: Kunjungan Menarik Pustakawan Cilik MIN 20 Aceh Besar ke DPKA

Berita

Dokter Cilik MIN 20 Aceh Besar Dilatih Jadi Penjaga Senyum Sehat

Berita

MIN 20 Aceh Besar Gelar LDK Bagi Duta Madrasah