Bidik24.com – Tema utama dalam dialog Mozaik Indonesia yang diselenggarakan oleh RRI Banda Aceh pada 11 Desember 2024 adalah mengatasi kemiskinan melalui peningkatan ketahanan pangan. Dalam acara ini, Husaini Yusuf, Ketua Tim Program dan Evaluasi BSIP Aceh, memaparkan berbagai strategi untuk meningkatkan produksi pangan di Aceh.
Dengan hampir 70% penduduknya bergantung pada pertanian, Aceh memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan pangan.
Namun, sektor pertanian dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk perubahan iklim dan konversi lahan, yang tetap menjadi pilar penting dalam menjaga ketahanan pangan provinsi ini.
Perubahan iklim yang tidak terduga, seperti kekeringan dan curah hujan yang tidak stabil, telah memengaruhi hasil pertanian.
Oleh karena itu, dibutuhkan varietas tanaman yang lebih adaptif terhadap kondisi ekstrim untuk menjaga stabilitas hasil pertanian.
Husaini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam mendukung ketahanan pangan.
Sinergi antara pemerintah pusat, TNI, Polri, dan masyarakat sangat diperlukan dalam program swasembada pangan yang dipimpin oleh Kementerian Pertanian.
Untuk mendukung upaya ini, penyediaan infrastruktur yang memadai, seperti irigasi dan bendungan, juga sangat penting untuk memastikan kelancaran produksi pangan.
Kementerian Pertanian terus berusaha memberdayakan petani melalui berbagai program, termasuk pembentukan brigade pangan, distribusi benih unggul, dan perbaikan sarana irigasi.
Selain itu, teknologi modern seperti drone dan mesin tanam diperkenalkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan penerapan teknologi ini, petani diharapkan dapat menghasilkan hingga 8 ton padi per hektar.
Perkembangan teknologi digital juga mempermudah pemasaran produk pertanian. Petani kini dapat memanfaatkan platform online untuk menjual hasil pertanian mereka, bahkan ke daerah lain.
Diversifikasi produk pertanian, seperti mengolah padi menjadi tepung, dianggap sebagai solusi untuk meningkatkan pendapatan petani. Sinergi antara berbagai pihak sangat krusial untuk meningkatkan produksi pangan dan mengurangi kemiskinan di Aceh.
Dengan upaya berkelanjutan, diharapkan ketahanan pangan dapat terwujud dan kesejahteraan masyarakat Aceh meningkat.
Sumber: RRI.co.id















