Home / Agama

Senin, 27 Januari 2025 - 14:03 WIB

Arab Saudi dan UEA Tak Rayakan Isra Miraj, Indonesia Justru Jadikan Libur Nasional!

Umat Muslim Indonesia merayakan peringatan Isra Miraj dengan berbagai kegiatan keagamaan, sementara di Arab Saudi dan UEA, perayaan ini tidak dijadikan hari libur nasional

Umat Muslim Indonesia merayakan peringatan Isra Miraj dengan berbagai kegiatan keagamaan, sementara di Arab Saudi dan UEA, perayaan ini tidak dijadikan hari libur nasional

Bidik24.com, JAKARTA – Isra Miraj adalah salah satu peristiwa besar dalam sejarah Islam yang sangat dihormati oleh umat Muslim di seluruh dunia. Pada momen istimewa ini, Rasulullah SAW menerima perintah dari Allah SWT untuk menjalankan salat lima waktu, yang kemudian menjadi kewajiban bagi umat Islam hingga saat ini. Peringatan Isra Miraj biasanya diwarnai dengan berbagai aktivitas keagamaan yang mendalam, baik berupa pengajian, lomba-lomba bertema Isra Miraj, hingga pelaksanaan ibadah sunnah sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan suci Rasulullah SAW.

Di Indonesia, peringatan Isra Miraj telah ditetapkan sebagai hari libur nasional, sebuah kebijakan yang diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yang ditandatangani pada 14 Oktober 2024. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Ketenagakerjaan Airlangga Hartarto, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas sepakat untuk menjadikan tanggal peringatan Isra Miraj sebagai libur nasional.

Masyarakat Muslim di Indonesia juga merayakan peringatan Isra Miraj dengan berbagai kegiatan religius yang dapat memperdalam pemahaman mereka tentang perjalanan spiritual Rasulullah SAW. Di sejumlah daerah, biasanya ada acara pengajian, lomba-lomba bertema Isra Miraj, serta kegiatan keagamaan lain yang melibatkan umat Muslim dalam suasana penuh kekhidmatan. Selain itu, banyak juga umat yang melaksanakan ibadah sunnah untuk mengenang peristiwa agung tersebut.

Namun, meskipun Isra Miraj merupakan peringatan penting bagi umat Islam di banyak negara, Arab Saudi sebagai negara tempat lahirnya Islam tidak menjadikannya sebagai hari libur nasional. Menurut laporan dari The National News, Arab Saudi tidak menetapkan Isra Miraj sebagai hari libur dan tidak ada ibadah khusus yang dilakukan untuk merayakan peristiwa ini.

Baca Juga  Aceh: Menyatukan Syariat Islam dan Inovasi untuk Membangun Masa Depan yang Lebih Gemilang

Alasan Arab Saudi Tidak Merayakan Isra Miraj

Ada beberapa alasan yang mendasari keputusan Arab Saudi untuk tidak merayakan Isra Miraj secara resmi. Salah satunya adalah pendekatan konservatif yang diterapkan oleh negara tersebut terhadap tradisi keagamaan. Walaupun Arab Saudi dikenal sebagai negara Islam yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai agama, mereka cenderung menghindari perayaan yang tidak memiliki dasar kuat dalam Al-Qur’an maupun hadits.

Di samping itu, masyarakat Saudi lebih memfokuskan diri pada ibadah harian mereka, seperti salat lima waktu, puasa, dan kegiatan keagamaan lainnya. Mereka lebih memilih untuk berfokus pada kewajiban agama yang sudah ditetapkan dalam syariat Islam tanpa menambah perayaan yang dianggap tidak wajib. Keputusan ini juga sejalan dengan prinsip kesederhanaan dalam praktik keagamaan yang diterapkan oleh negara tersebut.

Beberapa sumber juga mengaitkan ketidakterimaan terhadap perayaan Isra Miraj dengan pengaruh ajaran Wahhabisme, sebuah gerakan yang berkembang di Arab Saudi pada abad ke-18 yang mengajarkan untuk kembali pada ajaran Islam asli berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah tanpa menambah tradisi atau amalan yang tidak ada dalam sumber-sumber tersebut.

Baca Juga  Guru dan AI, Guru Bukan Lagi Sumber Utama. Lalu Apa Fungsi Esensial Mereka Sekarang?

Peringatan Isra Miraj di Uni Emirat Arab (UEA)

Di sisi lain, Uni Emirat Arab (UEA), negara tetangga Arab Saudi yang juga mayoritas penduduknya Muslim, memiliki kebijakan berbeda terkait peringatan Isra Miraj. Meskipun UEA tidak menetapkan Isra Miraj sebagai hari libur nasional, mereka tetap merayakan peringatan ini dengan cara yang lebih sederhana. Sebelumnya, Isra Miraj pernah dimasukkan dalam daftar hari libur resmi di UEA hingga tahun 2018. Namun, mulai 2019, pemerintah UEA memutuskan untuk tidak menjadikannya sebagai hari libur nasional.

Meski tidak ada libur nasional, masyarakat di UEA tetap merayakan Isra Miraj dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti salat Tahajud, pembacaan Al-Qur’an, dan penyampaian cerita tentang Nabi Muhammad SAW kepada anak-anak. Selain itu, banyak yang berkumpul di masjid untuk mengikuti khutbah dan kegiatan-kegiatan keagamaan yang mengingatkan kembali perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun perayaan Isra Miraj tidak dijadikan libur nasional, kegiatan keagamaan tetap berlangsung dengan penuh kekhidmatan, sebagaimana yang tercatat dalam situs Social Kandura.

Dengan demikian, meskipun ada perbedaan dalam cara merayakan Isra Miraj, peristiwa ini tetap menjadi momen penting yang dikenang oleh umat Muslim di berbagai belahan dunia, baik di negara-negara yang menetapkannya sebagai libur nasional maupun di negara yang tidak menjadikannya sebagai hari libur resmi.

Sub detik.com

Share :

Baca Juga

Agama

Sore Ini Sidang Isbat Ramadan 1447 H, Puasa Mulai 18 atau 19 Februari?

Agama

Hati Bersih Sambut Ramadhan: Keluarga Besar MIN 20 Aceh Besar Gelar Tradisi Saling Memaafkan Penuh Haru

Agama

Munas XI Tetapkan KH Anwar Iskandar sebagai Ketua Umum MUI Lima Tahun ke Depan

Agama

Tiga Rektor dan Ribuan Pelayat Hadiri Peringatan 10 Hari Kepergian Syamsulrizal

Agama

Ketua STIS Sabang, Krisis Lingkungan Terjadi karena Lupa Tugas Khalifah di Bumi

Agama

Juz 30 Jadi Syarat Lulus? Ini Kebijakan Baru Pendidikan Aceh Utara!

Agama

Pelunasan Haji Ditutup Hari Ini! Ribuan Jemaah Sudah Siap ke Tanah Suci!

Agama

Siswa kelas 5 MIN 20 Aceh Besar, antusias mengikuti praktik manasik haji di UIN AR-RANIRY Banda Aceh