Bidik24.com, IDI – Masyura (21), seorang mahasiswi dari Desa Gampong Jawa, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, kini hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur akibat kecelakaan tragis yang dialaminya pada Oktober 2024. Saat itu, ia sedang dalam perjalanan pulang dari kuliah di Universitas Samudra (Unsam), Langsa.
Peristiwa nahas tersebut diduga melibatkan seorang dokter berinisial SM, yang disebut-sebut bertugas di RSUD dr. Zubir Mahmud, Aceh Timur. Akibat kejadian itu, Masyura mengalami luka berat pada bagian tangan dan kaki, yang membuatnya kehilangan kemampuan untuk bergerak secara normal.
Ayah korban, Muhammad Nurdin (57), menyatakan rasa kecewanya karena pelaku belum menunjukkan tanggung jawab secara serius. Meskipun telah ada upaya mediasi, hasilnya belum memuaskan. “Sudah ada mediasi, tapi tidak ada keseriusan dari pelaku,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pihak keluarga hanya menerima bantuan seadanya dari SM, yakni masing-masing Rp 200 ribu saat di rumah sakit dan ketika menjenguk di rumah. Jumlah tersebut dinilai tidak sebanding dengan penderitaan yang dialami anaknya.
Masyura sebelumnya dikenal sebagai atlet tenis meja yang berprestasi dan memiliki cita-cita besar untuk mengharumkan nama Aceh Timur melalui olahraga. Namun kini, kondisi fisiknya yang lumpuh membuat impian itu hampir sirna.
“Dia sangat bersemangat saat bertanding. Tapi sekarang, untuk bangun dari tempat tidur pun tak bisa. Hancur hati saya melihatnya,” kata Nurdin dengan suara lirih dan mata berkaca-kaca.
Keluarga hanya bisa memendam kesedihan dan rasa kecewa, tanpa tahu ke mana harus mengadu. Sementara itu, sang anak kini hanya bisa menatap kosong ke langit-langit kamar, jauh dari dunia olahraga yang dulu begitu ia cintai.
Hingga berita ini ditulis, media masih berupaya menelusuri identitas serta tanggapan dari dokter SM terkait insiden tersebut.
Sum Serambinews.com















