Home / Olahraga

Minggu, 4 Mei 2025 - 14:15 WIB

Dari Lapangan ke Tempat Tidur: Masyura Lumpuh, Pelaku Kecelakaan Belum Bertanggung Jawab

Masyura, mahasiswi sekaligus atlet tenis meja asal Aceh Timur, hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur setelah mengalami kecelakaan tragis pada Oktober 2024.

Masyura, mahasiswi sekaligus atlet tenis meja asal Aceh Timur, hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur setelah mengalami kecelakaan tragis pada Oktober 2024.

Bidik24.com, IDI – Masyura (21), seorang mahasiswi dari Desa Gampong Jawa, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, kini hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur akibat kecelakaan tragis yang dialaminya pada Oktober 2024. Saat itu, ia sedang dalam perjalanan pulang dari kuliah di Universitas Samudra (Unsam), Langsa.

Peristiwa nahas tersebut diduga melibatkan seorang dokter berinisial SM, yang disebut-sebut bertugas di RSUD dr. Zubir Mahmud, Aceh Timur. Akibat kejadian itu, Masyura mengalami luka berat pada bagian tangan dan kaki, yang membuatnya kehilangan kemampuan untuk bergerak secara normal.

Ayah korban, Muhammad Nurdin (57), menyatakan rasa kecewanya karena pelaku belum menunjukkan tanggung jawab secara serius. Meskipun telah ada upaya mediasi, hasilnya belum memuaskan. “Sudah ada mediasi, tapi tidak ada keseriusan dari pelaku,” ungkapnya.

Baca Juga  Shin Tae Yong Terima Keputusan PSSI Soal Pemecatan dengan Baik

Ia menambahkan bahwa pihak keluarga hanya menerima bantuan seadanya dari SM, yakni masing-masing Rp 200 ribu saat di rumah sakit dan ketika menjenguk di rumah. Jumlah tersebut dinilai tidak sebanding dengan penderitaan yang dialami anaknya.

Masyura sebelumnya dikenal sebagai atlet tenis meja yang berprestasi dan memiliki cita-cita besar untuk mengharumkan nama Aceh Timur melalui olahraga. Namun kini, kondisi fisiknya yang lumpuh membuat impian itu hampir sirna.

Baca Juga  Tim FKIP USK Raih Medali Emas dan Perunggu di Kejuaraan Petanque Internasional 2025

“Dia sangat bersemangat saat bertanding. Tapi sekarang, untuk bangun dari tempat tidur pun tak bisa. Hancur hati saya melihatnya,” kata Nurdin dengan suara lirih dan mata berkaca-kaca.

Keluarga hanya bisa memendam kesedihan dan rasa kecewa, tanpa tahu ke mana harus mengadu. Sementara itu, sang anak kini hanya bisa menatap kosong ke langit-langit kamar, jauh dari dunia olahraga yang dulu begitu ia cintai.

Hingga berita ini ditulis, media masih berupaya menelusuri identitas serta tanggapan dari dokter SM terkait insiden tersebut.

Sum Serambinews.com

Share :

Baca Juga

Olahraga

Dari Aklamasi ke Arena Panas PORA, Iqbal Tak Punya Waktu untuk Gagal

Olahraga

Sidang Pleno I–II FOKSI Aceh Tuntas, Iskandar Kembali Terpilih sebagai Ketum 2026–2030

Olahraga

Kabaddi Aceh Laksanakan Musprov

Olahraga

Tak Terbendung! Tim MI Sapu Bersih Juara Voli HAB ke-80

Olahraga

KAMI FC Borong Juara 1–2 Turnamen Minisoccer HAB ke-80

Olahraga

Klasmen Sementara Petanque, Update 18 Nov 2025

Olahraga

Syawal, Pendatang Baru Neuheun Siap Bersinar di Pra PORA IV

Olahraga

Pengprov Petanque Aceh Siap 100 Persen Gelar Pra PORA 2025 di Gelanggang Petanque Sport Center USK