Home / Ekonomi

Rabu, 29 Januari 2025 - 10:11 WIB

DeepSeek Guncang Silicon Valley dan Rontokkan Raksasa Teknologi AS

Bidik24.com – Jakarta. Keunggulan teknologi kecerdasan buatan (AI) terbaru yang dikembangkan oleh perusahaan Cina, DeepSeek, mengejutkan dunia teknologi, khususnya Silicon Valley. Peluncuran model AI mereka pekan lalu berdampak signifikan terhadap pasar saham, menyebabkan penurunan tajam pada nilai saham perusahaan teknologi Amerika Serikat, termasuk NVIDIA.

Pada Senin (27/11), nilai saham perusahaan teknologi AS mengalami kejatuhan akibat spekulasi mengenai keunggulan produk AI DeepSeek. NVIDIA, sebagai salah satu produsen chip terbesar, mengalami kerugian besar dengan nilai sahamnya menyusut sebesar USD600 miliar dalam sehari. Perusahaan teknologi lain, seperti Microsoft dan Meta (pemilik Facebook, Instagram, dan WhatsApp), turut terdampak, yang pada akhirnya juga menyeret indeks Nasdaq turun.

Penurunan ini menyebabkan NVIDIA kehilangan posisinya sebagai perusahaan paling bernilai di dunia. Valuasinya turun dari USD3,5 triliun menjadi USD2,9 triliun, di bawah Apple dan Microsoft. Kekhawatiran investor dipicu oleh hasil pengujian DeepSeek yang menunjukkan performa lebih unggul dibandingkan model AI dari perusahaan besar seperti OpenAI dan Gemini. Yang lebih mencengangkan, DeepSeek mengklaim bahwa pengembangan model mereka hanya memerlukan anggaran sekitar USD5,6 juta—jauh lebih kecil dibandingkan miliaran dolar yang dikeluarkan oleh raksasa teknologi AS.

Kondisi ini semakin menarik perhatian karena DeepSeek mengembangkan AI-nya dengan keterbatasan perangkat keras akibat embargo teknologi AS terhadap Cina. Mereka hanya menggunakan prosesor lama dari NVIDIA, bukan chip terbaru seperti A100 yang memiliki kinerja jauh lebih cepat. Namun, dalam sebuah makalah yang dirilis, DeepSeek menjelaskan secara rinci bagaimana mereka berhasil mengembangkan AI berkinerja tinggi dengan biaya yang jauh lebih rendah.

Baca Juga  PDIP yang Usulkan PPN 12%? Gerindra Kritik Kenapa Sekarang Jadi Masalah!

Keunggulan DeepSeek dalam efisiensi pengembangan AI menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor terhadap valuasi perusahaan teknologi AS yang sebelumnya melonjak akibat tren AI. Selain itu, asisten AI DeepSeek kini telah melampaui ChatGPT sebagai aplikasi gratis yang paling banyak diunduh di Apple App Store. Keberhasilan ini menunjukkan kemajuan pesat Cina dalam bidang AI, menyaingi dominasi AS dalam pengembangan teknologi canggih.

Menurut Angela Zhang, profesor hukum di University of Southern California, setidaknya ada empat perusahaan Cina yang telah melatih model AI dengan performa yang setara atau lebih baik dari pesaing mereka di Silicon Valley. Hal ini bukan sekadar fenomena sesaat, melainkan bagian dari perkembangan industri AI yang lebih luas di Cina.

Analis teknologi Richard Windsor juga mengakui kecanggihan model DeepSeek. Ia menekankan bahwa karena teknologi ini dirilis secara terbuka, performanya dapat diverifikasi secara independen, menghilangkan keraguan atas klaim mereka. Berbeda dengan OpenAI yang tidak mengungkapkan detail teknis pengembangannya, DeepSeek justru mempublikasikan metode yang digunakan secara transparan.

Baca Juga  Teruslah Berbuat Baik Hingga Ujung Usia, Pesan Terakhir Dr. Drs. Syamsulrizal, M.Kes

Namun, beberapa pelaku industri AI di AS meragukan klaim DeepSeek yang menyatakan hanya menggunakan 2.000 prosesor lama NVIDIA H800, bukan GPU tercanggih H100. Windsor juga mempertanyakan bagaimana DeepSeek bisa mengembangkan model AI dengan lebih dari 600 miliar parameter hanya dengan biaya yang diklaim sangat rendah. Menurutnya, penghematan biaya hingga 95% dibandingkan dengan anggaran OpenAI merupakan hal yang sulit dipercaya. Ia juga mencurigai bahwa momentum peluncuran DeepSeek bertepatan dengan pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS mungkin memiliki makna strategis tertentu.

Keberhasilan ini juga membawa pendiri DeepSeek, Liang Wenfeng, ke panggung utama. Pekan lalu, ia menjadi satu-satunya tokoh AI yang diundang dalam pertemuan penting dengan Perdana Menteri Cina, Li Qiang. Angela Zhang menggambarkan Wenfeng sebagai sosok jenius yang tidak terdorong oleh ambisi komersial, sehingga mampu menciptakan inovasi yang luar biasa.

Zhang menambahkan bahwa meskipun ada spekulasi mengenai dukungan besar dari pemerintah Cina terhadap DeepSeek, keberhasilan terbesar dalam inovasi AI di Cina justru berasal dari sektor swasta yang dinamis. Ia bahkan berani bertaruh bahwa proyek yang sepenuhnya didanai negara sering kali gagal. Namun, mengingat pencapaian luar biasa DeepSeek, kemungkinan besar pemerintah Cina kini akan semakin tertarik untuk mendukung mereka lebih jauh.

Sub. DW.com

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Lolos Uji Kelayakan DPR, Friderica Widyasari Dewi Pimpin OJK

Ekonomi

AS Kembali Gunakan Kayu Bakar Setelah Penutupan Selat Hormuz

Ekonomi

Ditegur Mahkamah Agung, Trump Pilih Gaspol Perang Tarif

Ekonomi

Antara Tradisi dan Janji, Kisah Uang Meugang di Pendopo

Ekonomi

Kabur ke Luar Negeri, Riza Chalid Resmi Berstatus Buronan Internasional

Ekonomi

Ketua KPK Tanggapi Klaim Noel soal Menkeu Purbaya: Kami Hanya Berpegang pada Fakta Persidangan

Ekonomi

Emas Menggila! Antam Cetak Rekor, Semua Merek Kompak Naik

Ekonomi

Heboh Video TikTok Soal Rekening Jokowi, Kemenkeu Pastikan Itu Berita Bohong