Bidik24.com – Jakarta. Polda Metro Jaya memanggil komika Pandji Pragiwaksono untuk memberikan klarifikasi terkait laporan atas materi pertunjukan stand-up comedy bertajuk Mens Rea. Dalam kesempatan itu, Pandji juga berencana menyampaikan hasil dialognya dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) kepada pihak kepolisian.
Kuasa hukum Pandji, Haris Azhar, menegaskan kliennya siap terbuka dalam proses klarifikasi.
“Kalau ditanya, kita sampaikan. Kalau tidak ditanya pun, tetap kita sampaikan,” ujar Haris di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Saat ini, tercatat ada enam laporan dan aduan yang masuk terkait Pandji. Kehadirannya di Polda Metro Jaya bertujuan untuk menjelaskan secara langsung duduk perkara dari laporan-laporan tersebut.
“Makanya kami datang pagi ini untuk berdialog. Polisi ingin klarifikasi ke Pandji, dan Pandji juga ingin tahu siapa saja pelapornya serta apa saja substansi yang dilaporkan,” lanjut Haris.
Sebelumnya, Pandji juga telah menyambangi kantor MUI Pusat di Jakarta untuk berdiskusi mengenai materi Mens Rea yang menuai perhatian publik. Dalam pertemuan itu, Pandji menjelaskan latar belakang, tujuan, hingga proses kreatif di balik pertunjukannya.
“Kami datang untuk menjelaskan situasi yang berkembang. Selebihnya ngobrol santai, tukar pikiran, dan berdiskusi banyak hal,” kata Haris.
Pandji menegaskan kunjungannya ke MUI murni untuk bersilaturahmi dan membuka ruang dialog. Ia mengaku pertemuan berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan.
“Alhamdulillah dialognya sangat menyenangkan, bahkan penuh tawa. Sebagai seniman, yang paling penting adalah bisa menjelaskan maksud dari karya saya,” ungkap Pandji.
Dalam diskusi tersebut, Pandji juga menerima berbagai masukan dari MUI. Ia berkomitmen untuk terus memperbaiki karyanya agar tetap menghibur tanpa mengabaikan sensitivitas publik.
“Sebagai kreator, selalu ada ruang untuk menjadi lebih baik. Itu komitmen saya,” tutupnya.
Sub. detik.com














