Bidik24.com – Jakarta 2 November 2025. Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, menyampaikan bahwa dirinya segera bergabung dengan Partai Gerindra yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan itu ia sampaikan di sela Kongres III Projo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Sabtu (1/11/2025). Budi Arie menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan bentuk komitmen untuk memperkuat dukungan terhadap arah kepemimpinan dan agenda politik pemerintahan Prabowo–Gibran. Ia menyebut langkah ini sebagai konsekuensi logis dari sikap politik Projo yang sejak awal berada dalam barisan pendukung pemerintahan tersebut. Menurutnya, dukungan terhadap Presiden harus diwujudkan dengan langkah konkret, termasuk bergabung ke partai politik yang menjadi kendaraan utama Presiden.
Budi tidak menutupi arah pilihannya dan secara terbuka menyatakan bahwa Gerindra adalah tempat ia akan berlabuh. Ia mengaku hanya menunggu proses internal dan dinamika yang berkembang selama kongres berlangsung. Dorongan untuk bergabung sebenarnya sudah muncul sejak beberapa waktu lalu. Dalam sebuah acara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Juli 2025 di Solo, Prabowo sempat menggoda Budi apakah ia akan masuk PSI atau Gerindra. Saat itu Budi merespons dengan ucapan bahwa dirinya akan mengikuti arahan Presiden. Kini, sinyal tersebut semakin jelas dengan pernyataan tegasnya di forum Projo.
Langkah politik Budi Arie juga mendapat sambutan positif dari Gerindra. Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan bahwa partainya selalu membuka pintu bagi siapa pun yang ingin ikut memperkuat perjuangan dan visi Presiden Prabowo. Ia menilai Projo sudah sejak awal menunjukkan dukungan terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran, sehingga kehadiran Budi Arie di Gerindra dinilai sebagai bagian dari konsolidasi politik yang wajar. Kehadiran Dasco dalam Kongres Projo menjadi simbol kedekatan dan kolaborasi antara kedua pihak.
Kepindahan Budi Arie dari barisan relawan Jokowi ke partai politik pendukung Prabowo mencerminkan dinamika baru dalam peta politik nasional. Ia menegaskan bahwa Projo tidak akan berubah menjadi partai, namun akan tetap berada dalam posisi strategis untuk mendukung pemerintahan. Keputusan ini sekaligus menjadi penanda transisi dukungan dari figur Jokowi ke Prabowo, seiring perubahan kepemimpinan nasional. Dengan langkah ini, Budi Arie memperjelas arah politiknya dan menyatakan kesiapannya bergabung demi mendukung agenda besar pemerintahan menuju masa depan.














