Home / Peristiwa

Senin, 27 Januari 2025 - 20:07 WIB

Dua WNI Aceh Tewas dalam Penembakan Mengerikan di Malaysia!

Dua proyektil tergeletak di tempat kejadian, mencerminkan tragedi penembakan yang menewaskan WNI asal Aceh. Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat yang ditinggalkan.

Dua proyektil tergeletak di tempat kejadian, mencerminkan tragedi penembakan yang menewaskan WNI asal Aceh. Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat yang ditinggalkan.

Bidik24.com – Dari lima warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penembakan oleh petugas Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM), dua di antaranya berasal dari Aceh.

Konfirmasi ini disampaikan oleh anggota DPD RI Aceh, H Sudirman atau Haji Uma.

“Baru kemarin siang, saya menerima informasi resmi dari beberapa warga Aceh di Malaysia yang menjelaskan kronologi kejadian dan jumlah korban,” kata Haji Uma dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (27/1/2025).

Penembakan terjadi di perairan Tanjung Rhu, Selangor, pada Jumat (24/1/2025), sekitar pukul 03.00 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan satu WNI tewas dan lima lainnya terluka parah, termasuk dua warga Aceh.

Baca Juga  PAN Siap Bawa Indonesia Menuju Swasembada Pangan 2027, 9 Kader di Kabinet Siap Kerja Keras!

Para korban diketahui merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) yang sedang menumpang perahu di lokasi tersebut. Haji Uma mengecam tindakan penembakan itu dan mendesak pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah diplomatik.

“Kami sangat mengecam penembakan terhadap WNI oleh otoritas keamanan laut Malaysia, dan meminta Pemerintah Indonesia untuk segera mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kasus ini,” ujarnya.

Ia juga meminta Kementerian Luar Negeri untuk mendorong Pemerintah Malaysia agar menyelidiki tindakan APMM tersebut.

Baca Juga  Wali Nanggroe Tegaskan: Mualem-Dek Fadh Harus Perjuangkan Hak Aceh Secara Konstitusional!

Menurutnya, penyelidikan diperlukan untuk memastikan apakah penembakan tersebut sesuai dengan prosedur operasi standar (SOP) yang ada atau jika terdapat pelanggaran oleh petugas APMM.

“Kementerian Luar Negeri telah mengambil langkah diplomatik, dan kami berharap upaya ini dapat mendorong pengusutan resmi oleh pemerintah Malaysia atas kasus ini,” tegas Haji Uma.

Ia menambahkan bahwa langkah ini penting demi menjaga hubungan diplomatik dan bilateral antara Indonesia dan Malaysia tetap harmonis, serta berharap pemerintah segera mengambil tindakan agar kasus ini diusut tuntas.

Sumber: kompas.com

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Gila! Iran Siap Hancurkan Pasukan AS di Darat?

Peristiwa

Iran Tolak Negosiasi AS, Ajukan 5 Syarat Damai Krusial

Peristiwa

AS–Iran Memanas, Trump Tiba-Tiba Tahan Serangan

Peristiwa

Kapal Induk AS USS Gerald R. Ford Terbakar, Ratusan Pelaut Terdampak—Akan Berlabuh di Yunani

Peristiwa

Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD

Peristiwa

Peran Intelijen CIA dalam Pembunuhan Ayatollah Khamenei yang Mengguncang Iran

Peristiwa

Warga Resah Anjing Liar Berkeliaran, DPRK Banda Aceh Dorong Langkah Tegas

Peristiwa

Dedi Mulyadi Instruksikan Relokasi Korban Longsor, Fokus Keselamatan Warga