Home / Opini

Minggu, 8 Desember 2024 - 22:28 WIB

Islam dan Pentingnya Menanam Pohon: Ibadah yang Memberi Manfaat Dunia dan Akhirat

Ilustrasi

Ilustrasi

Bidik24.com – OPINI

Menanam pohon dalam Islam bukan hanya aktivitas biasa, tetapi juga bentuk ibadah yang mulia. Aktivitas ini mencerminkan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi untuk menjaga dan memakmurkannya, sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan hadis Rasulullah ﷺ.

1. Menanam Pohon dalam Al-Qur’an

a. Memakmurkan Bumi
Al-Qur’an menegaskan bahwa manusia diberi tugas untuk memakmurkan bumi:

“Dialah yang menjadikan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya…”
(QS. Hud: 61)

Menanam pohon menjadi salah satu wujud nyata dari tanggung jawab ini. Pohon berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan, menghasilkan oksigen, dan memberikan manfaat langsung bagi makhluk hidup.

b. Menjauhi Kerusakan
Allah SWT juga melarang manusia merusak bumi:

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya…”
(QS. Al-A’raf: 56)

Dengan menanam pohon, kita berkontribusi mencegah kerusakan lingkungan seperti deforestasi dan dampak buruk perubahan iklim.

c. Pohon Sebagai Simbol Kehidupan
Pohon sering disebut dalam Al-Qur’an sebagai simbol kehidupan dan rezeki. Contohnya adalah pohon kurma:

“Dengan air itu, Kami tumbuhkan untuk kalian kebun-kebun kurma dan anggur; di dalamnya kalian memperoleh buah-buahan yang banyak…”
(QS. Al-Mu’minun: 19)

Pohon menjadi sumber pangan, tempat berteduh, dan kesejukan, sehingga penting untuk keberlangsungan hidup.

Baca Juga  Hanya 148 dari 1.634 Pelamar PPPK Nagan Raya Lulus, Nasib Guru Masih Menggantung!

2. Hadis Rasulullah ﷺ Tentang Menanam Pohon

a. Amal Jariyah yang Berkelanjutan
Rasulullah ﷺ menyebut menanam pohon sebagai amal jariyah yang pahalanya terus mengalir:

“Tidaklah seorang Muslim menanam pohon atau menabur benih, lalu hasilnya dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, kecuali itu menjadi sedekah baginya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

b. Anjuran di Tengah Kondisi Sulit
Bahkan di tengah kondisi genting, Rasulullah ﷺ tetap menganjurkan menanam pohon:

“Jika Kiamat terjadi, sementara di tangan salah seorang dari kalian ada bibit pohon kurma, maka jika ia mampu menanamnya sebelum Kiamat terjadi, hendaklah ia menanamnya.”
(HR. Ahmad)

c. Kepedulian Sosial
Menanam pohon juga menunjukkan kepedulian terhadap makhluk Allah:

“Barang siapa yang menanam pohon, maka dia akan mendapatkan pahala selama pohon tersebut masih dimanfaatkan oleh makhluk Allah.”
(HR. Ahmad)

3. Manfaat Menanam Pohon

a. Manfaat di Dunia

  • Lingkungan: Pohon menjaga keseimbangan ekosistem, menyerap karbon dioksida, dan mencegah erosi.
  • Ekonomi: Pohon menghasilkan sumber penghidupan, seperti buah dan kayu.
  • Sosial: Pohon memberi keteduhan, keindahan, dan tempat berlindung.
Baca Juga  627 Tenaga Kontrak Banda Aceh Daftar PPPK, RSUD Meuraxa Masih Punya Peluang Masuk!

b. Manfaat di Akhirat

  • Amal Jariyah: Pahala terus mengalir selama pohon bermanfaat.
  • Keberkahan: Menanam pohon adalah bentuk ketaatan yang mendatangkan keberkahan hidup.

Kesimpulan

Menanam pohon adalah bentuk ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya yang memberikan manfaat besar, baik di dunia maupun di akhirat. Dengan menjaga bumi melalui aktivitas ini, seorang Muslim tidak hanya mendukung kehidupan tetapi juga menanam pahala yang terus mengalir, membawa keberkahan bagi seluruh makhluk Allah.

Oleh: Nasruddin Abubakar Maun, S.Pd.I
Mantan Wakil Bupati Aceh Timur

Share :

Baca Juga

Opini

Kamu Terlalu Sibuk Dengan Doamu 5 Tahun ke Depan, Padahal Saat Ini Adalah Doamu 5 Tahun Lalu yang Kau Langitkan

Opini

Puasa Bukan Alasan Tubuh Lelah Massage Bisa Menjadi Jawabannya

Opini

Mengapa 10 Hari Terakhir Ramadhan Bisa Lebih Sehat dari Program Diet Modern

Opini

Negeriku Dilanda Bencana

Opini

Om Khai Kecam Bupati Aceh Selatan ke Luar Negeri di Masa Bencana

Opini

Teachers Are No Longer the Primary Source of Knowledge: So What Is Their Role in the AI Era?

Opini

Guru dan AI, Guru Bukan Lagi Sumber Utama. Lalu Apa Fungsi Esensial Mereka Sekarang?

Opini

Peran Guru dalam Proses Pembelajaran di Era Digital