Home / Berita

Rabu, 25 Desember 2024 - 20:02 WIB

Menghormati Lautan Duka: Nelayan Aceh Dihimbau Tak Melaut

Nelayan Aceh beristirahat di tepi pantai, mengenang tragedi tsunami yang mengguncang kehidupan mereka, sambil menghormati hari peringatan dengan tidak melaut.

Nelayan Aceh beristirahat di tepi pantai, mengenang tragedi tsunami yang mengguncang kehidupan mereka, sambil menghormati hari peringatan dengan tidak melaut.

Bidik24.com – Panglima Laot Aceh mengajak semua nelayan di Aceh untuk tidak melaut pada Kamis, 26 Desember 2024, bertepatan dengan peringatan 20 tahun tsunami Aceh.

Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Panglima Laot Aceh, Azwir Nazar, dalam keterangan persnya pada Selasa, 24 Desember 2024.

Nazar menjelaskan bahwa keputusan ini berdasarkan hasil Musyawarah Besar (Mubes) Panglima Laot Aceh yang berlangsung pada 8-9 Desember 2007 di Wisma Kompas, Darussalam, Banda Aceh.

Dalam musyawarah itu, ditetapkan bahwa 26 Desember akan menjadi Hari Pantang Melaut bagi seluruh nelayan di Aceh, sebagaimana tercantum dalam Hukom Adat Laot poin 1.1.

Baca Juga  Viral Konten Senjata Mainan di TikTok Picu Keresahan, Pelaku Minta Maaf!

“Kita gunakan momen tsunami ini sebagai refleksi bersama atas bencana besar yang menimpa Aceh 20 tahun lalu,” ujar Azwir, dikutip dari RMOLAceh pada Rabu, 25 Desember 2024.

“Kita perlu memperbanyak doa, ziarah, dan silaturahmi di antara masyarakat. Semoga para syuhada tsunami mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan kita dapat mengambil hikmah dari kejadian ini,” tambahnya.

Menurut Azwir, peristiwa tsunami adalah pengingat penting akan solidaritas kemanusiaan dan kasih sayang. Ia juga menekankan bahwa momen ini berkontribusi dalam menciptakan perdamaian di Aceh.

Baca Juga  MIN 20 Aceh Besar Laksanakan Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2025

Dalam peringatan ke-20 ini, Panglima Laot menyampaikan takziyah dan doa untuk para korban gempa dan tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004.

Gempa berkekuatan Magnitudo 9,1 yang berpusat di Samudera Hindia tersebut menyebabkan ratusan ribu korban jiwa, termasuk keluarga nelayan dan masyarakat pesisir Aceh.

Peringatan tsunami kali ini diharapkan dapat mempererat persaudaraan antarwarga, khususnya masyarakat pesisir, dalam mengenang tragedi yang mengguncang dunia.

“Kebanyakan korban adalah keluarga nelayan dan masyarakat pesisir Aceh,” tutup mantan Presiden PPI Turki tersebut.

Sumber: rmol.id

Share :

Baca Juga

Berita

Ketua Komisi VI DPRA Aceh Kecam Pernyataan Menteri ESDM Soal Pemulihan Listrik

Berita

Luar Biasa! MIN 20 Aceh Besar Boyong Juara Umum PORSENI Ke-VII K2MI Aceh Besar 2025

Berita

Prabowo Bentuk Komite Reformasi Polri Lewat Keppres

Berita

Generasi Literasi Menyatu Dengan Sejarah: Kunjungan Menarik Pustakawan Cilik MIN 20 Aceh Besar ke DPKA

Berita

Dokter Cilik MIN 20 Aceh Besar Dilatih Jadi Penjaga Senyum Sehat

Berita

MIN 20 Aceh Besar Gelar LDK Bagi Duta Madrasah

Berita

PERPUSTAKAAN AL MAHYRA MIN 20 JADI PERPUSTAKAAN TERBAIK SE-ACEH BESAR

Berita

MIN 20 Aceh Besar Laksanakan Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2025