Home / Ekonomi / Energi / kriminal / Opini / Peristiwa / Politik

Selasa, 31 Desember 2024 - 20:58 WIB

Meski Defisit Rp401 Triliun, Presiden Prabowo Klaim APBN 2024 Dikelola dengan Bijak di Tengah Krisis Global!

Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan pejabat terkait dalam rapat Tutup Kas APBN Tahun 2024. Meski menghadapi tantangan global, pengelolaan keuangan negara tetap terjaga dengan hati-hati dan bijaksana

Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan pejabat terkait dalam rapat Tutup Kas APBN Tahun 2024. Meski menghadapi tantangan global, pengelolaan keuangan negara tetap terjaga dengan hati-hati dan bijaksana

Bidik24.com, Jakarta  – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan bahwa pelaksanaan dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2024 berjalan dengan baik. Keberhasilan ini diraih berkat pengelolaan yang prudent, bijaksana, dan penuh kehati-hatian meskipun dunia sedang menghadapi ketidakpastian serta tekanan ekonomi global yang signifikan.

“Dalam situasi global yang penuh tantangan, kita mampu mengelola keuangan negara dengan prudent, bijak, dan hati-hati. Defisit anggaran juga berhasil kita kendalikan dalam batas yang masih dapat dikelola dengan baik,” ujar Presiden Prabowo usai menghadiri rapat Tutup Kas APBN Tahun 2024 di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (31/12/2024).

Penutupan Resmi Kas APBN 2024

Presiden menyampaikan bahwa pengelolaan kas dari APBN Tahun 2024 secara resmi ditutup pada Rabu, 1 Januari 2025, pukul 00.00 WIB. Dalam rapat tersebut, Presiden menerima laporan komprehensif mengenai penerimaan negara, termasuk dari sektor perpajakan, bea cukai, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Baca Juga  Bupati Aceh Besar Tinjau Pasar Takjil Jantho, Dukung Pedagang Kecil di Bulan Ramadhan

Meski tekanan global terhadap harga komoditas seperti minyak dan gas bumi memberikan tantangan tersendiri, Prabowo menegaskan bahwa keuangan negara tetap dikelola secara bijak dan adaptif. “Kita menunjukkan bahwa kita bisa tetap bertahan dan mengelola ekonomi dengan baik meskipun situasi dunia penuh tekanan,” tambahnya.

Defisit APBN dan Surplus Keseimbangan Primer

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan bahwa hingga November 2024, APBN mencatat defisit sebesar Rp401,8 triliun, atau sekitar 1,81 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Meski demikian, keseimbangan primer tetap menunjukkan surplus sebesar Rp47,1 triliun. Hal ini menjadi indikasi positif bahwa beban utang negara masih berada dalam kendali yang baik.

“Ini menunjukkan bahwa meskipun defisit terjadi, kita tetap bisa menjaga struktur anggaran yang sehat dengan mencatat surplus keseimbangan primer,” jelas Sri Mulyani dalam kesempatan terpisah.

Kehadiran Para Pejabat Terkait

Dalam rapat Tutup Kas APBN Tahun 2024, Presiden Prabowo didampingi sejumlah pejabat tinggi negara. Di antaranya adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta tiga Wakil Menteri Keuangan, yaitu Thomas Djiwandono, Suahasil Nazara, dan Anggito Abimanyu.

Baca Juga  Timnas Indonesia Tantang Filipina: Laga Penentu Hidup Mati Menuju Semifinal Piala AFF 2024!

Pertemuan ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi pelaksanaan anggaran negara sepanjang tahun 2024 sekaligus mempersiapkan langkah strategis untuk tahun anggaran 2025.

Optimisme di Tengah Tekanan Global

Meski dunia sedang dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi, tekanan geopolitik, dan fluktuasi harga komoditas, Indonesia berhasil menunjukkan stabilitas dalam pengelolaan keuangannya. Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kerja keras berbagai pihak, terutama jajaran Kementerian Keuangan, dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.

“Kita harus tetap optimis. Dengan pengelolaan yang hati-hati dan sinergi antar-lembaga, saya yakin Indonesia akan terus maju dan mampu menghadapi tantangan global dengan lebih baik,” tutup Presiden.

Sub Antaranews.com

Share :

Baca Juga

Politik

MK Ungkap Persoalan Dokumen Pendidikan Gibran, PKS Puji Putusan

Ekonomi

14 Bank Tutup Sepanjang 2026, Terbaru BPR Pasarraya Kuta di Bali Dicabut Izinnya

Energi

Krisis BBM Dunia Memuncak, Pasokan Minyak Makin Tertekan

Ekonomi

Usai Dicopot Jadi Menkeu, Putra Purbaya: Bapak Bisa Tidur Nyenyak Lagi dan Balik Jadi Trader

Energi

Kabar Baik, Pertalite Rp 10.000 Bertahan sampai 2026

Ekonomi

Konflik Timur Tengah Memanas, Pertamina Sebut Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu per Liter

Peristiwa

36 Ribu Kades Minta Masa Jabatan Dilanjutkan Tanpa Pilkades, DPR Janji Tindak Lanjuti Aspirasi

Peristiwa

Iran Serang Pangkalan AS di Yordania Setelah 5 Kapal Tankernya Dihantam