Home / Budaya

Senin, 28 April 2025 - 17:56 WIB

Nisan Aceh Tersembunyi 500 Tahun: Maros dan Rahasia Jaringan Islam Global

Bidik24.com, Sebuah batu nisan khas Aceh yang diperkirakan berasal dari abad ke-16 (sekitar 525 tahun lalu) ditemukan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Temuan ini menjadi satu-satunya batu nisan Aceh yang pernah ditemukan di wilayah tersebut dan dinilai sangat bersejarah. Penemuan ini membuka pandangan baru terkait peran Maros dalam sejarah penyebaran Islam dan perdagangan maritim pada masa lampau.

Batu nisan tersebut ditemukan oleh tim peneliti dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin (Unhas) yang berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Lokasi penemuannya berada di kawasan Belang-belang, sebuah toponimi kuno yang tercatat dalam naskah Lontara Bone, terletak di Kelurahan Macini Baji, Kecamatan Lau, Maros. Dalam naskah tersebut, wilayah ini merupakan bagian dari Marana pada abad ke-17.

Mengutip dari media lokal, Peneliti BRIN, Makmur, menyebutkan bahwa batu nisan Aceh ini sangat unik karena menjadi satu-satunya nisan Aceh yang ditemukan di Maros. Ia menjelaskan bahwa batu nisan Aceh biasanya menjadi tanda keberadaan tokoh penting dalam sejarah Islam atau bagian dari jaringan perdagangan yang kuat. “Penggunaan batu nisan ini umumnya terbatas untuk kalangan bangsawan atau tokoh berpengaruh dalam penyebaran Islam pada abad ke-17 hingga 18,” jelasnya.

Baca Juga  PPN 12% untuk Barang Mewah Resmi Berlaku: Hunian Elite hingga Yacht Kena Imbas, Tapi Bahan Pokok Tetap Bebas Pajak!

Sementara itu, Hasanuddin, peneliti BRIN sekaligus dosen Arkeologi Unhas, menambahkan bahwa nisan tersebut tergolong tipe C yang diproduksi di Aceh sekitar tahun 1500-an. Ia menekankan bahwa keberadaan batu nisan ini menjadi bukti bahwa Maros pada abad ke-16 telah terhubung dengan jaringan perdagangan global, mencerminkan arus pertukaran informasi, budaya, dan keyakinan antara wilayah barat dan timur Nusantara. Hasanuddin juga menegaskan bahwa batu nisan ini diimpor dari Aceh, yang pada masa itu merupakan pusat kekuatan Islam dan perdagangan internasional.

Baca Juga  Tinjau Banjir Kutacane, Prabowo Fokuskan Anggaran untuk Sekolah dan Desa

Ketua Tim Riset, Prof. Muhlis Hadrawi, mengungkapkan bahwa penelitian batu nisan Aceh tahun 2025 difokuskan di wilayah pesisir barat Sulawesi Selatan, termasuk Makassar, Maros, Pangkep, Barru, Parepare, dan Pinrang. Ia menyatakan bahwa penemuan di Belang-belang ini sangat penting untuk memperkaya pemahaman tentang posisi Maros dalam jaringan sejarah Islam dan perdagangan maritim Nusantara. Selain itu, toponimi Belang-belang menjadi kunci dalam menggali lebih dalam sejarah pemukiman lama yang berhubungan erat dengan pusat-pusat kekuasaan Islam masa lalu.

Penemuan batu nisan ini merupakan bagian dari kegiatan riset RIIM Ekspedisi yang diadakan oleh LPPM Unhas dan BRIN, dengan fokus pada penelitian tentang toponimi.

Sum Serambinews.com

Share :

Baca Juga

Budaya

Viral! Gampong Neuheun Tampilkan Replika Tank Rusia di Pawai Takbiran Idul Fitri 1447 H Banda Aceh

Budaya

1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta Saat Mudik Lebaran 2026

Budaya

Geunteut

Budaya

Dayah Babut Taqwa Al-Muhajirin Meriahkan HUT ke-80 RI dengan Semangat Kebersamaan Santri

Budaya

Budaya

RAPI Lokal Mesjid Raya-Baitussalam Gelar Silaturahmi Penuh Kehangatan di Pos Langit, Gampong Neuheun

Budaya

M. Abit dan Keluarga dari Lhokseumawe Liburan Lebaran ke Banda Aceh, Kunjungi Destinasi Wisata Populer

Budaya

Hasballah Dikukuhkan sebagai Ketua Satgassus Swasembada Pangan Aceh Besar