Bidik24.com – Banda Aceh, 4 April 2025 – Dalam suasana hangat Idulfitri 1446 H, M. Abit, seorang warga asal Lhokseumawe, Aceh Utara, bersama keluarga besarnya melakukan perjalanan liburan ke Banda Aceh sejak hari kedua lebaran. Kunjungan yang berlangsung hingga hari kelima Syawal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, namun juga sarana refreshing keluarga setelah menjalani ibadah puasa Ramadan.
Kegiatan liburan keluarga ini menjadi momen yang sangat dinanti oleh M. Abit dan keluarganya. Dalam kunjungan ini, mereka menghabiskan waktu dengan menjelajahi beberapa destinasi wisata unggulan di Banda Aceh dan sekitarnya, termasuk kawasan pantai yang terkenal di Lhoknga, Aceh Besar. Selain menikmati keindahan alam, keluarga ini juga menyempatkan diri bersilaturahmi ke rumah kerabat yang tinggal di Banda Aceh, menjadikan liburan ini sarat dengan nilai kekeluargaan dan spiritual.
M. Abit dikenal sebagai salah satu warga aktif dari Kota Lhokseumawe, Aceh Utara. Ia datang ke Banda Aceh bersama istri, anak-anak, serta beberapa anggota keluarga lainnya. Mereka memilih liburan ini sebagai waktu yang tepat untuk berkumpul dan mempererat hubungan keluarga besar yang selama ini jarang bertemu karena kesibukan masing-masing.
Liburan keluarga ini berlangsung dari hari kedua hingga hari kelima bulan Syawal 1446 H, yang bertepatan dengan tanggal 1 hingga 4 April 2025. Momen ini dipilih karena suasana lebaran masih terasa hangat, dan sebagian besar tempat wisata mulai kembali ramai dikunjungi oleh para wisatawan lokal.
Selain menginap di Banda Aceh, M. Abit dan keluarga juga mengunjungi berbagai tempat wisata seperti Museum Tsunami, Masjid Raya Baiturrahman, dan kawasan kuliner khas Aceh. Salah satu tempat yang paling berkesan bagi keluarga ini adalah Pantai Lhoknga, yang terkenal dengan pasir putihnya dan deburan ombak yang cocok untuk bermain anak-anak. Di sana, mereka menikmati waktu santai sambil menikmati kelapa muda dan makanan khas pesisir.
Menurut M. Abit, liburan ini sengaja dirancang sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras selama ini dan sebagai sarana untuk mempererat hubungan antaranggota keluarga. “Setelah menjalani bulan Ramadan yang penuh berkah, kami ingin mengisi waktu dengan kegiatan yang menyenangkan tapi tetap penuh makna. Banda Aceh dan sekitarnya punya banyak tempat bagus untuk itu,” ujarnya.
Perjalanan dari Lhokseumawe ke Banda Aceh ditempuh menggunakan mobil pribadi, agar perjalanan lebih fleksibel dan nyaman, terutama dengan membawa anak-anak. Selama di Banda Aceh, mereka memilih penginapan yang dekat dengan pusat kota untuk memudahkan akses ke berbagai lokasi wisata. Semua kegiatan dilakukan dengan penuh kegembiraan, namun tetap memperhatikan kenyamanan dan keselamatan anggota keluarga, terutama anak-anak yang ikut serta.
Liburan ini juga menjadi kesempatan bagi keluarga M. Abit untuk memperkenalkan budaya dan sejarah Aceh kepada anak-anak, dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang ada di Banda Aceh. “Kami ingin anak-anak tidak hanya bermain, tapi juga belajar dan memahami betapa berharganya warisan budaya dan sejarah daerah kita,” tambahnya.















