BANDA ACEH, 9 Oktober 2026 – Ketua Umum KONI Aceh, Saiful Bahri atau yang akrab disapa Pon Yaya, melepas kontingen Petanque Aceh menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Petanque 2026. Kegiatan pelepasan berlangsung di Gelanggang Petanque Aceh, Banda Aceh, Jumat (9/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Pon Yaya memberikan tambahan dukungan biaya keberangkatan sebesar Rp20 juta untuk membantu kebutuhan kontingen Petanque Aceh dalam mengikuti kejuaraan nasional. Dukungan tersebut berasal dari saku pribadinya karena satu-satunya cabor yang menunjukkan komitmen pembinaan atlet, mempertahankan prestasi dan mempromosikan budaya kuah beulangong ditingkat nasional hingga saat ini.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum, para Wakil Ketua, dan staf KONI Aceh, Rektor dan Wakil Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Dekan dan Wakil Dekan FKIP USK, Ketua Umum Pengprov Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Aceh, serta para dosen Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (JPOK) FKIP USK.
Suasana kegiatan berlangsun
g semakin menarik ketika Sekretaris Umum KONI Aceh, Ahyar, turut mencoba olahraga Petanque bersama jajaran KONI Aceh lainnya. Momen tersebut memperlihatkan ketertarikan pengurus terhadap cabang olahraga ini sekaligus menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat permainan Petanque yang membutuhkan ketepatan, konsentrasi, dan strategi.
Petanque Aceh tidak hanya menarik perhatian melalui aktivitas dan prestasi di arena pertandingan, tetapi juga memiliki keunikan tersendiri dalam memadukan olahraga, budaya, dan tradisi khas Aceh.
Salah satu ciri yang menonjol adalah penggunaan kostum kontingen bernuansa Aceh dengan pilihan warna yang berani. Identitas tersebut memberikan karakter tersendiri sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Aceh dalam berbagai ajang olahraga.
Keunikan lainnya terlihat dari tradisi memasak kuah belangong pada momentum pelepasan dan penyambutan atlet. Tradisi kuliner khas Aceh ini juga menjadi bagian dari kegiatan keluarga besar Petanque Aceh dalam memperingati hari-hari besar Islam.
Konsistensi dalam membawa tradisi tersebut ke berbagai kegiatan olahraga menjadikan Petanque Aceh memiliki identitas yang khas. Perpaduan antara kostum bernuansa lokal, tradisi kuah belangong, dan semangat kebersamaan menjadi daya tarik yang membedakannya dari cabang olahraga lainnya.
Karakter tersebut turut mendapat perhatian dan apresiasi dari Ketua Umum KONI Aceh, Pon Yaya. Petanque Aceh dinilai memiliki nilai lebih karena tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga memperkenalkan budaya dan kekhasan Aceh melalui kegiatan olahraga.
Dari sisi prestasi, atlet Petanque Aceh terus berupaya mempertahankan capaian dalam berbagai kejuaraan, mulai dari tingkat nasional hingga internasional. Pengalaman bertanding tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi Kejurnas 2026 dan melanjutkan capaian pada PON XXI/2024 Aceh-Sumut.
Dengan dukungan KONI Aceh, perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga, kontingen Petanque Aceh diharapkan mampu tampil maksimal, menjunjung tinggi sportivitas, serta kembali mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional.
Petanque Aceh menunjukkan bahwa olahraga tidak hanya berbicara tentang medali dan kemenangan, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menjaga tradisi, memperkuat kebersamaan, dan memperkenalkan identitas budaya daerah kepada masyarakat luas (red)














