Home / Ekonomi / Energi / Kesehatan / Opini / Peristiwa

Kamis, 26 Desember 2024 - 22:50 WIB

Prabowo Potong Anggaran Makan Bergizi Gratis Jadi Rp 10.000 per Anak, Apa Dampaknya bagi Masyarakat?

Presiden Prabowo Subianto saat memberikan keterangan pers mengenai pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dilaksanakan pada 2025. Program ini akan memberikan bantuan makan bergizi dengan anggaran yang disesuaikan menjadi Rp 10.000 per anak, dan akan menyasar sekitar 3 juta penerima manfaat di tahap awal

Presiden Prabowo Subianto saat memberikan keterangan pers mengenai pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dilaksanakan pada 2025. Program ini akan memberikan bantuan makan bergizi dengan anggaran yang disesuaikan menjadi Rp 10.000 per anak, dan akan menyasar sekitar 3 juta penerima manfaat di tahap awal

Bidik24.com, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk mengurangi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Rp 15.000 per anak menjadi Rp 10.000 per anak, karena terbatasnya anggaran sebesar Rp 71 triliun pada 2025. Prabowo menjelaskan, meskipun anggaran diupayakan untuk mencapai Rp 15.000, kondisi keuangan negara membuat jumlah tersebut harus disesuaikan dengan Rp 10.000. Angka ini diharapkan cukup untuk memberikan makanan bergizi bagi anak-anak dan ibu hamil.

Prabowo juga memaparkan, dengan rata-rata keluarga penerima MBG yang memiliki 3 hingga 4 anak, setiap keluarga bisa menerima sekitar Rp 30.000 per hari dalam bentuk makanan bergizi. Dalam sebulan, angka tersebut bisa mencapai Rp 2,7 juta per keluarga. Ditambah dengan bantuan sosial lainnya, Prabowo yakin program ini dapat memberikan perlindungan kepada berbagai lapisan masyarakat, termasuk buruh.

Baca Juga  Islam Merajalela! Pertumbuhan Pesat Bikin Menteri Haji Arab Saudi Kewalahan

Program MBG akan dimulai pada 6 Januari 2025 dengan sasaran awal 3 juta penerima manfaat. Jumlah ini akan meningkat secara bertahap, mengikuti kesiapan pelayanan di daerah. Pembagian makanan dilakukan satu kali sehari dengan jadwal berbeda sesuai jenjang pendidikan, dimulai dari anak PAUD hingga SMA.

Menu MBG akan bervariasi antar daerah, dengan komposisi gizi yang ditentukan secara nasional oleh Badan Gizi, namun menu spesifik akan disesuaikan oleh ahli gizi lokal. Anggaran untuk MBG juga bersifat fleksibel, di mana daerah dengan anggaran lebih rendah akan menerima dana tambahan dari daerah yang membutuhkan lebih banyak anggaran.

Baca Juga  Sertifikasi Halal: Jaminan Moral atau Strategi Bisnis?

Dalam program ini, pemerintah tidak membeli paket makanan, melainkan bahan baku yang dimasak di tiap satuan pelayanan daerah. Fokus utama adalah penggunaan produk pangan lokal. Selain itu, tidak semua anak akan mendapatkan susu; bagi yang tidak, alternatif lauk seperti telur atau kelor akan diberikan, terutama di daerah yang sulit mendapatkan susu. Susu akan difokuskan di daerah dengan peternakan sapi perah.

Sub detik.com

Share :

Baca Juga

Peristiwa

8 WNI Disebut Direkrut Jadi Tentara Rusia, Ini Daftar Nama dan Fakta Terbarunya

Peristiwa

Nepal Dilanda Banjir Dahsyat, PM Balen Shah Tolak Tim SAR Asing. Ada Apa di Balik Keputusan Ini?

Ekonomi

Bill Gates Peringatkan Jutaan Pekerjaan Terancam AI: Dunia Belum Siap Hadapi Disrupsi

Peristiwa

Massa AMPB dan Ojol Bertahan di Depan Gedung DPR, Persiapan Aksi 27 Agustus

Berita

MIN 20 Aceh Besar Terima Bantuan Galon Air Isi Ulang dari DLH Aceh Besar sebagai Sekolah Adiwiyata Terpilih Tahun 2026

Energi

B50 Resmi Dijual, Harga Biosolar Bikin Kaget

Energi

Gas Industri Turun, Mampukah Ekonomi Melaju?

Peristiwa

AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Selat Hormuz Jadi Fokus Perundingan di Qatar