Bidik24.com – Ketika Los Angeles dan sekitarnya masih berjuang menghadapi dampak kebakaran besar yang melanda seluruh kota, sebuah peringatan mengejutkan muncul di media sosial yang semakin memicu kekhawatiran publik. Akun di platform X (sebelumnya Twitter), yang bernama ‘EarthquakePrediction’, mempublikasikan sebuah ramalan gempa bumi besar yang kemungkinan akan terjadi di California Selatan dalam 50 jam ke depan. Postingan tersebut mengklaim bahwa terdapat kemungkinan 98 persen akan terjadi gempa bumi besar di kawasan tersebut, dengan fokus pada wilayah Los Angeles dan Ventura County, antara tanggal 12 hingga 13 Januari 2025.
Dalam postingannya, akun tersebut menyertakan sebuah foto yang memperlihatkan klaim risiko gempa bumi yang tinggi, disertai dengan keterangan yang menyebutkan: “PERINGATAN 50 JAM: Gempa bumi besar kemungkinan akan terjadi di California Selatan, kemungkinan besar di Los Angeles atau Ventura County selama 50 jam ke depan mulai 12/01 hingga 13/01.” Peringatan ini langsung memicu ketegangan dan kecemasan di kalangan pengguna X, yang semakin memperburuk situasi di tengah kebakaran yang masih melanda kawasan tersebut.
Namun, banyak pengguna X lainnya yang meragukan keakuratan ramalan ini. Mereka menunjukkan bahwa gempa bumi, sebagai fenomena alam yang sangat kompleks, tidak dapat diprediksi dengan tepat oleh siapa pun. Beberapa pengguna menanggapi postingan tersebut dengan skeptisisme, mengingat bahwa banyak ilmuwan dan lembaga resmi seperti US Geological Survey (USGS) tidak pernah meramalkan gempa bumi besar dengan cara yang serupa. Salah satu komentar yang muncul di platform tersebut mengatakan, “Baik USGS maupun ilmuwan lainnya tidak pernah meramalkan gempa bumi besar. Kami tidak tahu bagaimana, dan kami tidak berharap dapat mengetahuinya dalam waktu dekat.”
Sebuah kritik lebih lanjut datang dari seorang pengguna yang mengecam akun ‘EarthquakePrediction’ dengan mengatakan, “Halaman ini terus-menerus memposting ‘Akan ada gempa bumi di California.’ Kami tidak memiliki kemampuan untuk memprediksi gempa bumi dengan akurat.” Mereka bahkan menambahkan bahwa pada akhirnya, dengan terus-menerus meramalkan gempa bumi dalam jangka panjang, akun tersebut mungkin akan “berhasil” pada suatu titik, hanya karena peluang semata.
Di tengah kekacauan yang ditimbulkan oleh prediksi yang tidak pasti ini, situasi di Los Angeles semakin parah. Menurut laporan AFP, kebakaran yang belum dapat dikendalikan oleh pihak berwenang telah menyebabkan 16 korban jiwa dan menghancurkan lebih dari 12.300 bangunan. Total area yang terbakar mencapai sekitar 40.198 hektar, menjadikan kebakaran ini salah satu yang paling merusak dalam sejarah daerah tersebut. Pemeriksa Medis Daerah Los Angeles mengonfirmasi jumlah korban yang terus meningkat akibat kebakaran yang meluas dan cepat menyebar.
Keberadaan prediksi gempa bumi ini hanya menambah ketegangan di kalangan masyarakat yang sedang berjuang menghadapi bencana kebakaran. Sementara banyak yang merasa cemas, banyak juga yang meminta agar informasi yang disebarkan lebih berbasis pada data ilmiah yang valid dan tidak menambah ketidakpastian di tengah situasi yang sudah cukup sulit.
Sub Serambinews.com















