Bidik24.com – PIDIE. Proyek pengendalian banjir Krueng Teupin Raya di Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie, dilaporkan ambruk. Lokasi proyek ini terletak di Gampong Teupin Raya, kampung halaman Wakil Gubernur Aceh terpilih, Fadhlullah. Kejadian ini terjadi pada Sabtu pagi, 23 November 2024, setelah hujan deras melanda wilayah tersebut, menyebabkan kenaikan volume air sungai.
Muhammad, warga setempat, menjelaskan bahwa tanda-tanda kerusakan sudah terlihat sebelum kejadian. “Malam sebelum roboh, beberapa bagian tanggul mulai retak. Keesokan paginya, seluruh bangunan tanggul runtuh ke dasar sungai,” ungkapnya pada Jumat, 13 Desember 2024.
Berdasarkan data yang tercatat di laman resmi LPSE, proyek pengendalian banjir ini dikelola oleh Satuan Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Sumatera I Provinsi Aceh. Proyek ini dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 19 miliar dan dimenangkan oleh PT Intan Meutuah Jaya dengan penawaran senilai Rp 15 miliar lebih. Masa pelaksanaan pekerjaan dijadwalkan selama 300 hari sejak kontrak kerja ditandatangani pada 16 Januari 2024.
Hasil pantauan media menunjukkan bahwa kerusakan terjadi pada empat bagian tanggul. Junaidi, perwakilan dari rekanan pelaksana proyek, mengungkapkan bahwa keruntuhan tanggul disebabkan oleh banjir besar pada November lalu. “Ambruk terjadi saat air sungai mulai surut. Saat banjir, pintu air di area tersebut ditutup, dan saat dibuka kembali ketika air mulai surut, aliran deras menggerus material timbunan di tepi sungai. Akibatnya, tanggul runtuh di beberapa titik,” jelasnya.
Junaidi menambahkan bahwa proyek tersebut telah menjalani proses Provisional Hand Over (PHO) pada 11 November 2024, hanya sepekan sebelum keruntuhan terjadi. Saat ini, pihak pelaksana proyek sedang melakukan perbaikan tanggul karena bangunan tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan selama enam bulan atau 180 hari setelah PHO.
Insiden ini memicu pertanyaan terkait kualitas pengerjaan proyek yang menelan biaya besar. Pihak-pihak terkait diharapkan memberikan penjelasan dan memastikan perbaikan dilakukan dengan standar yang memadai untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.















