Home / Ekonomi

Sabtu, 30 November 2024 - 13:02 WIB

Sawah di Simpang Tiga Aceh Besar Berubah Jadi Lautan: 190 Hektar Padi Hancur Akibat Banjir

Kondisi sawah di Kecamatan Simpang Tiga, Aceh Besar, yang terendam banjir hingga menyerupai lautan. Bencana ini mengakibatkan ratusan hektar padi gagal panen dan petani terpaksa mencari benih baru.

Kondisi sawah di Kecamatan Simpang Tiga, Aceh Besar, yang terendam banjir hingga menyerupai lautan. Bencana ini mengakibatkan ratusan hektar padi gagal panen dan petani terpaksa mencari benih baru.

Bidik24.com dikutip dari laman lamurionline.com ACEH BESAR – Curah hujan yang sangat tinggi selama seminggu terakhir mengakibatkan area persawahan di Kecamatan Simpang Tiga, Aceh Besar, terendam banjir hingga menyerupai lautan. Sebanyak 190 hektar sawah terdampak banjir, merusak tanaman padi yang rata-rata berusia 14 hari setelah tanam (HST), sehingga petani harus melakukan penanaman ulang.

“Seluruh wilayah Kecamatan Simpang Tiga terkena dampak banjir, terutama daerah yang dekat dengan gunung. Luas sawah yang terendam berdasarkan data dari petugas di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Simpang Tiga mencapai 190 hektar dari total 572 hektar,” ujar Khaidir, Koordinator BPP Simpang Tiga.

Baca Juga  Rieke Diah Pitaloka Dilaporkan ke MKD, Gara-Gara Tolak Kenaikan PPN 12%

Suriana, salah satu penyuluh pertanian, menyampaikan kesedihan para petani atas kerusakan padi mereka. “Petani sangat terpukul. Mereka bingung mencari benih baru untuk persemaian dan penanaman ulang setelah banjir surut,” katanya.

Banjir ini berdampak pada berbagai tahap pertumbuhan tanaman padi, mulai dari padi yang baru ditanam, yang sudah berusia hingga 35 HST, hingga area persemaian. Ketua KTNA Kecamatan Simpang Tiga, Muhammad, menjelaskan bahwa area persemaian dan padi yang berusia di bawah 20 HST adalah yang paling terdampak, sehingga harus disemai dan ditanam ulang.

Petani di daerah ini sangat membutuhkan bantuan benih dari pemerintah. Pairan, petani di Gampong Nya, menyatakan harapannya agar pemerintah dapat memberikan bantuan benih. “Kami tidak memiliki benih padi lagi. Kami sangat memerlukan bantuan dari pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun kabupaten,” ungkap Pairan, yang akrab disapa Bang Ucok.

Baca Juga  Meningkatkan Produktivitas Kakao di Aceh, Tantangan dan Peluang dalam Industri Global

Hal serupa disampaikan oleh Nurhayati, salah satu petani wanita di lokasi. Ia berharap bantuan benih dapat segera datang agar proses penanaman bisa dilakukan segera setelah banjir surut. Dampak banjir ini tidak hanya menjadi cobaan berat bagi para petani, tetapi juga menggambarkan pentingnya perhatian serius dari pihak terkait untuk mendukung keberlanjutan sektor pertanian di wilayah Aceh Besar.*

Share :

Baca Juga

Berita

Dua Hari, Dua Dunia: Mengapa May Day Begitu Riuh dan Hardiknas Begitu Sunyi?

Ekonomi

Lolos Uji Kelayakan DPR, Friderica Widyasari Dewi Pimpin OJK

Ekonomi

AS Kembali Gunakan Kayu Bakar Setelah Penutupan Selat Hormuz

Ekonomi

Ditegur Mahkamah Agung, Trump Pilih Gaspol Perang Tarif

Ekonomi

Antara Tradisi dan Janji, Kisah Uang Meugang di Pendopo

Ekonomi

Kabur ke Luar Negeri, Riza Chalid Resmi Berstatus Buronan Internasional

Ekonomi

Ketua KPK Tanggapi Klaim Noel soal Menkeu Purbaya: Kami Hanya Berpegang pada Fakta Persidangan

Ekonomi

Emas Menggila! Antam Cetak Rekor, Semua Merek Kompak Naik