Bidik24.com – Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) mengungkapkan perkembangan baru dalam kasus sindikat uang palsu yang beroperasi di daerah tersebut. Pihak kepolisian kini tengah memburu seorang pengusaha berinisial ASS, yang diduga menjadi otak di balik produksi uang palsu di Kampus Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Samata, Gowa, Sulsel.
Awalnya, produksi uang palsu dilakukan di rumah ASS di Kota Makassar, namun karena permintaan yang semakin besar, proses produksi dipindahkan ke UINAM. Kapolda Sulsel, Irjen Pol Yudhiawan Wibisono, menjelaskan bahwa rumah ASS tidak lagi memadai untuk menampung peralatan produksi yang lebih besar. Mesin pencetak uang palsu seberat dua ton yang didatangkan dari China dibeli seharga Rp600 juta, melalui Surabaya, dan diselundupkan ke kampus di Gowa oleh salah satu tersangka inisial AI.
Pihak kepolisian kini berupaya menangkap ASS, yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Selain dikenal sebagai pengusaha, ASS juga merupakan kerabat dari mantan perwira tinggi Polri asal Sulsel. Mesin pencetak uang palsu ini didatangkan melalui keterlibatan Dr. Andi Ibrahim, Kepala UPT Perpustakaan UINAM yang kini juga menjadi tersangka. Andi Ibrahim terlibat dalam rencana penggunaan uang palsu untuk dana Pilkada 2024. Dia sempat mencalonkan diri sebagai Wali Kota Makassar, namun gagal mendapatkan dukungan partai. Selain itu, mereka juga mengajukan proposal pendanaan Pilkada di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, namun tidak ada kesepakatan.
Proses produksi uang palsu di UINAM dilakukan di ruang bekas toilet yang tak diketahui oleh mahasiswa. Mesin pencetak dan proses percetakan diawasi langsung oleh Andi Ibrahim. Hingga kini, Andi Ibrahim dan 16 orang lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.
Kasus ini terungkap pada 13 Desember 2024, setelah polisi menemukan mesin pencetak uang palsu di Perpustakaan Syekh Yusuf UIN Alauddin Makassar. Total, komplotan ini diperkirakan telah mencetak uang palsu senilai puluhan miliar sejak 2010. Uang palsu yang diproduksi sangat sulit dideteksi, bahkan dengan x-ray, berkat mesin canggih yang digunakan.
Sub Serambinews.com















