Home / kriminal / Opini / Pendidikan / Peristiwa

Jumat, 20 Desember 2024 - 15:33 WIB

Skandal Uang Palsu UINAM: Sindikat Besar di Balik Kampus, Pengusaha Terkait Pencetakan Uang Palsu!

sejumlah barang bukti yang ditemukan dalam kasus pencetakan uang palsu di UIN Alauddin Makassar. Terlihat mesin pencetak uang, kertas khusus, dan tinta yang digunakan untuk memproduksi uang palsu. Kasus ini melibatkan sejumlah tersangka, termasuk Dr. Andi Ibrahim, Kepala UPT Perpustakaan UINAM, yang mengawasi proses produksi uang palsu. Mesin pencetak uang palsu yang canggih ini mampu menghasilkan uang dengan nilai tinggi dan sulit dideteksi oleh x-ray

sejumlah barang bukti yang ditemukan dalam kasus pencetakan uang palsu di UIN Alauddin Makassar. Terlihat mesin pencetak uang, kertas khusus, dan tinta yang digunakan untuk memproduksi uang palsu. Kasus ini melibatkan sejumlah tersangka, termasuk Dr. Andi Ibrahim, Kepala UPT Perpustakaan UINAM, yang mengawasi proses produksi uang palsu. Mesin pencetak uang palsu yang canggih ini mampu menghasilkan uang dengan nilai tinggi dan sulit dideteksi oleh x-ray

Bidik24.com – Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) mengungkapkan perkembangan baru dalam kasus sindikat uang palsu yang beroperasi di daerah tersebut. Pihak kepolisian kini tengah memburu seorang pengusaha berinisial ASS, yang diduga menjadi otak di balik produksi uang palsu di Kampus Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Samata, Gowa, Sulsel.

Awalnya, produksi uang palsu dilakukan di rumah ASS di Kota Makassar, namun karena permintaan yang semakin besar, proses produksi dipindahkan ke UINAM. Kapolda Sulsel, Irjen Pol Yudhiawan Wibisono, menjelaskan bahwa rumah ASS tidak lagi memadai untuk menampung peralatan produksi yang lebih besar. Mesin pencetak uang palsu seberat dua ton yang didatangkan dari China dibeli seharga Rp600 juta, melalui Surabaya, dan diselundupkan ke kampus di Gowa oleh salah satu tersangka inisial AI.

Baca Juga  Pertarungan Hidup Mati! Timnas Indonesia Tantang Filipina Demi Tiket Semifinal Piala AFF 2024

Pihak kepolisian kini berupaya menangkap ASS, yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Selain dikenal sebagai pengusaha, ASS juga merupakan kerabat dari mantan perwira tinggi Polri asal Sulsel. Mesin pencetak uang palsu ini didatangkan melalui keterlibatan Dr. Andi Ibrahim, Kepala UPT Perpustakaan UINAM yang kini juga menjadi tersangka. Andi Ibrahim terlibat dalam rencana penggunaan uang palsu untuk dana Pilkada 2024. Dia sempat mencalonkan diri sebagai Wali Kota Makassar, namun gagal mendapatkan dukungan partai. Selain itu, mereka juga mengajukan proposal pendanaan Pilkada di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, namun tidak ada kesepakatan.

Baca Juga  Gila! Iran Siap Hancurkan Pasukan AS di Darat?

Proses produksi uang palsu di UINAM dilakukan di ruang bekas toilet yang tak diketahui oleh mahasiswa. Mesin pencetak dan proses percetakan diawasi langsung oleh Andi Ibrahim. Hingga kini, Andi Ibrahim dan 16 orang lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Kasus ini terungkap pada 13 Desember 2024, setelah polisi menemukan mesin pencetak uang palsu di Perpustakaan Syekh Yusuf UIN Alauddin Makassar. Total, komplotan ini diperkirakan telah mencetak uang palsu senilai puluhan miliar sejak 2010. Uang palsu yang diproduksi sangat sulit dideteksi, bahkan dengan x-ray, berkat mesin canggih yang digunakan.

Sub Serambinews.com

Share :

Baca Juga

Peristiwa

8 WNI Disebut Direkrut Jadi Tentara Rusia, Ini Daftar Nama dan Fakta Terbarunya

Pendidikan

Pengurus OSIM MIN 20 Aceh Besar Periode 2026–2027 Resmi Dikukuhkan

Peristiwa

Nepal Dilanda Banjir Dahsyat, PM Balen Shah Tolak Tim SAR Asing. Ada Apa di Balik Keputusan Ini?

Peristiwa

Massa AMPB dan Ojol Bertahan di Depan Gedung DPR, Persiapan Aksi 27 Agustus

Pendidikan

Satu Suara untuk Masa Depan, Sejarah Baru Demokrasi MIN 20 Aceh Besar

Pendidikan

TIM Pengabdian USK Perkuat Mental, Literasi, dan Ketahanan Anak Pascabencana

Pendidikan

MIN 20 Aceh Besar Kembali Ukir Prestasi di Bidang Akademik dan Literasi

Berita

MIN 20 Aceh Besar Terima Bantuan Galon Air Isi Ulang dari DLH Aceh Besar sebagai Sekolah Adiwiyata Terpilih Tahun 2026