Bersama Para Atlet Berprestasi, USK Targetkan Medali di 14 Nomor Pertandingan
Bidik24.com – Banda Aceh, 10 Juni 2025 – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mengirimkan kontingen terbaiknya untuk berlaga di ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA) Aceh tahun 2025. Kali ini, giliran Tim Petanque USK yang siap bertanding di Meulaboh, tepatnya di kampus Universitas Teuku Umar (UTU), pada 11 hingga 18 Juni 2025. Dengan semangat dan persiapan yang matang, tim ini membawa harapan besar untuk meraih prestasi gemilang di tingkat provinsi.
Tim Petanque USK tahun ini diperkuat oleh 23 anggota, terdiri dari Koordinator tim Abdurrahman, Manager sekaligus Pelatih Novi Lidya Isdarianti, Asisten Pelatih M. Muhlis Harliza, serta 20 atlet mahasiswa, masing-masing 10 atlet putra dan 10 atlet putri. Mereka akan berkompetisi pada 14 nomor pertandingan yang dipertandingkan dalam cabang olahraga Petanque.
Yang menarik, seluruh atlet Petanque USK merupakan mahasiswa aktif dari Jurusan Pendidikan Olahraga, FKIP Universitas Syiah Kuala. Tak hanya sekadar tampil, para atlet ini telah memiliki rekam jejak prestasi di berbagai ajang bergengsi, baik tingkat daerah, nasional, hingga internasional. Mereka adalah generasi muda berbakat yang dibina secara serius untuk mewakili USK dan Aceh dalam dunia olahraga kompetitif.
Dalam sesi pelepasan resmi yang dilaksanakan di kampus USK, suasana penuh semangat dan kebanggaan mewarnai kepergian tim. Koordinator tim, Abdurrahman, menyampaikan bahwa para atlet telah menunjukkan dedikasi tinggi selama masa persiapan dan siap memberikan penampilan terbaik mereka di Meulaboh.
“Kami telah mempersiapkan tim dengan sungguh-sungguh, mulai dari latihan teknik, fisik, hingga mental bertanding. Para atlet sudah melewati berbagai simulasi dan uji coba. Insya Allah, kami siap membawa pulang medali untuk USK,” ujar Abdurrahman.
Sosok Novi Lidya Isdarianti selaku Manager dan Pelatih turut menjadi perhatian. Novi bukan hanya sekadar pelatih, ia adalah mantan atlet nasional yang pernah meraih medali emas pada Kejuaraan World Petanque Offline Competition tahun 2020 di Iran. Pengalamannya di kancah internasional menjadi modal besar dalam membina para atlet muda agar tampil optimal di setiap pertandingan.
Didampingi oleh M. Muhlis Harliza, sang Asisten Pelatih, tim ini semakin solid. Muhlis sendiri merupakan peraih medali emas pada Asean University Games (AUG) XXI tahun 2024 yang digelar di Surabaya, Indonesia. Dengan kombinasi pengalaman dan semangat muda, pasangan pelatih ini menjadi figur sentral dalam membentuk karakter dan strategi tim Petanque USK.
“Kami tidak hanya fokus pada kemenangan, tetapi juga membentuk mental juara. Setiap atlet dibimbing agar memahami pentingnya sportivitas, kerja sama tim, dan daya juang. Prestasi hanya akan datang jika mereka juga memiliki kedewasaan dalam bersikap di lapangan,” ujar Novi.
POMDA tahun ini diikuti oleh 9 perguruan tinggi se-Aceh, yaitu:
Universitas Syiah Kuala (USK)
Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) Banda Aceh
Universitas Abulyatama (Unaya) Aceh
Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh
Universitas Muhammadiyah (Unimus) Bireuen
Universitas Samudra (Unsam)
Universitas Gunung Leuser (UGL) Aceh Tenggara
Universitas Almuslim (Ummah) Bireuen
Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh – sebagai tuan rumah
Keikutsertaan USK dalam POMDA bukan sekadar untuk unjuk kekuatan, tetapi menjadi bagian dari komitmen kampus dalam membina generasi mahasiswa yang aktif, sehat, dan berprestasi. Cabang olahraga Petanque sendiri, meskipun relatif baru dikenal secara luas, telah menunjukkan perkembangan yang signifikan, khususnya di kalangan mahasiswa Aceh.
Tim Petanque USK pun hadir sebagai simbol dari regenerasi atlet muda berbakat yang siap melanjutkan estafet kejayaan olahraga Aceh di masa depan. Keberangkatan mereka ke Meulaboh membawa harapan besar, tidak hanya dari pihak universitas, tetapi juga masyarakat olahraga di Aceh secara umum.
“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh civitas akademika dan masyarakat Aceh. Semoga perjuangan ini membawa hasil terbaik, dan nama USK semakin harum di kancah olahraga mahasiswa,” tutup Muhlis.















