Home / Peristiwa

Minggu, 15 Desember 2024 - 11:32 WIB

Tanggul Rp 19 Miliar di Kampung Wagub Aceh Terpilih Ambruk Hanya Sepekan Setelah Diserahterimakan!

Sisa-sisa keruntuhan tanggul pengendali banjir Krueng Teupin Raya di Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie. Proyek senilai Rp 19 miliar ini ambruk hanya sepekan setelah diserahterimakan, memicu kritik terkait kualitas konstruksi.

Sisa-sisa keruntuhan tanggul pengendali banjir Krueng Teupin Raya di Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie. Proyek senilai Rp 19 miliar ini ambruk hanya sepekan setelah diserahterimakan, memicu kritik terkait kualitas konstruksi.

Bidik24.com – PIDIE. Proyek pengendalian banjir Krueng Teupin Raya di Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie, dilaporkan ambruk. Lokasi proyek ini terletak di Gampong Teupin Raya, kampung halaman Wakil Gubernur Aceh terpilih, Fadhlullah. Kejadian ini terjadi pada Sabtu pagi, 23 November 2024, setelah hujan deras melanda wilayah tersebut, menyebabkan kenaikan volume air sungai.

Muhammad, warga setempat, menjelaskan bahwa tanda-tanda kerusakan sudah terlihat sebelum kejadian. “Malam sebelum roboh, beberapa bagian tanggul mulai retak. Keesokan paginya, seluruh bangunan tanggul runtuh ke dasar sungai,” ungkapnya pada Jumat, 13 Desember 2024.

Berdasarkan data yang tercatat di laman resmi LPSE, proyek pengendalian banjir ini dikelola oleh Satuan Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Sumatera I Provinsi Aceh. Proyek ini dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 19 miliar dan dimenangkan oleh PT Intan Meutuah Jaya dengan penawaran senilai Rp 15 miliar lebih. Masa pelaksanaan pekerjaan dijadwalkan selama 300 hari sejak kontrak kerja ditandatangani pada 16 Januari 2024.

Baca Juga  Rahasia Sukses Siswa MAN Aceh Singkil: 15 Menit Membaca Al-Qur'an Sebelum Ujian!

Hasil pantauan media menunjukkan bahwa kerusakan terjadi pada empat bagian tanggul. Junaidi, perwakilan dari rekanan pelaksana proyek, mengungkapkan bahwa keruntuhan tanggul disebabkan oleh banjir besar pada November lalu. “Ambruk terjadi saat air sungai mulai surut. Saat banjir, pintu air di area tersebut ditutup, dan saat dibuka kembali ketika air mulai surut, aliran deras menggerus material timbunan di tepi sungai. Akibatnya, tanggul runtuh di beberapa titik,” jelasnya.

Baca Juga  Dedi Mulyadi Instruksikan Relokasi Korban Longsor, Fokus Keselamatan Warga

Junaidi menambahkan bahwa proyek tersebut telah menjalani proses Provisional Hand Over (PHO) pada 11 November 2024, hanya sepekan sebelum keruntuhan terjadi. Saat ini, pihak pelaksana proyek sedang melakukan perbaikan tanggul karena bangunan tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan selama enam bulan atau 180 hari setelah PHO.

Insiden ini memicu pertanyaan terkait kualitas pengerjaan proyek yang menelan biaya besar. Pihak-pihak terkait diharapkan memberikan penjelasan dan memastikan perbaikan dilakukan dengan standar yang memadai untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Gila! Iran Siap Hancurkan Pasukan AS di Darat?

Peristiwa

Iran Tolak Negosiasi AS, Ajukan 5 Syarat Damai Krusial

Peristiwa

AS–Iran Memanas, Trump Tiba-Tiba Tahan Serangan

Peristiwa

Kapal Induk AS USS Gerald R. Ford Terbakar, Ratusan Pelaut Terdampak—Akan Berlabuh di Yunani

Peristiwa

Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD

Peristiwa

Peran Intelijen CIA dalam Pembunuhan Ayatollah Khamenei yang Mengguncang Iran

Peristiwa

Warga Resah Anjing Liar Berkeliaran, DPRK Banda Aceh Dorong Langkah Tegas

Peristiwa

Dedi Mulyadi Instruksikan Relokasi Korban Longsor, Fokus Keselamatan Warga