Bidik24.com – Jakarta. Militer Israel melancarkan serangan udara besar-besaran di wilayah selatan Lebanon, tepatnya di Kota Kfar Kila, pada Minggu malam (22/12), meskipun kesepakatan gencatan senjata dengan milisi Hizbullah masih berlangsung. Laporan dari kantor berita Lebanon, National News Agency (NNA), mengungkapkan bahwa serangan ini merupakan operasi pengeboman besar yang dilakukan oleh tentara Israel.
Sejauh ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat serangan tersebut. Selain Kfar Kila, serangan juga dilanjutkan ke daerah-daerah lain di selatan Lebanon yang dikuasai Israel, termasuk Hanin dan distrik Bint Jbeil.
Serangan ini terjadi meskipun Israel dan Hizbullah telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata yang dimulai pada 27 November 2024 lalu dengan durasi 60 hari. Dalam kesepakatan tersebut, Israel diharuskan menghentikan semua operasi militer ofensif terhadap situs-situs di Lebanon, baik yang militer maupun sipil, baik melalui darat, udara, maupun laut. Sebaliknya, pemerintah Lebanon berjanji untuk mencegah Hizbullah dan kelompok bersenjata lainnya di Lebanon untuk melakukan serangan terhadap Israel.
Untuk memastikan kesepakatan gencatan senjata berjalan efektif, tentara Lebanon juga dikerahkan ke wilayah selatan negara itu. Meski demikian, kedua pihak menegaskan bahwa gencatan senjata ini tidak menghalangi hak mereka untuk membela diri jika negara mereka diserang, sesuai dengan hukum internasional.
sub cnnindonesia















