Bidik24.com, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI, Kurniasih Mufidayati, menyatakan keyakinannya bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat Indonesia jika dilaksanakan dengan baik. Program ini dinilai mampu menjadi salah satu langkah strategis dalam mempercepat penurunan angka stunting di Tanah Air.
“Dengan pengawasan ketat, pemanfaatan sumber daya lokal, serta komunikasi dan edukasi yang efektif kepada masyarakat, saya optimis program ini akan berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi bangsa,” ujar Kurniasih dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu.
Target Penurunan Stunting
Kurniasih berharap Program MBG dapat menurunkan prevalensi stunting di Indonesia hingga berada di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu kurang dari 20 persen. Target ini diharapkan dapat tercapai pada tahun pertama pelaksanaan program.
Program MBG dirancang untuk menyasar kelompok rentan yang meliputi anak-anak usia PAUD hingga SMA, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Pada tahap awal, sekitar tiga juta penerima manfaat akan mendapatkan layanan ini dalam tiga bulan pertama. Jumlah ini ditargetkan meningkat menjadi enam juta penerima manfaat pada tiga bulan berikutnya.
Fasilitas dan Penyediaan Makanan Bergizi
Untuk mendukung pelaksanaan program, sebanyak 937 dapur umum telah disiapkan di berbagai wilayah. Setiap dapur umum memiliki kapasitas produksi harian sebesar 3.000 hingga 3.500 paket makan bergizi. Setiap paket telah disesuaikan dengan kebutuhan kalori penerima: 600 kalori untuk siswa SMP dan 300 kalori untuk siswa SD.
Dokter spesialis gizi klinik, Luciana B. Sutanto, menjelaskan bahwa jumlah kalori yang diberikan telah disesuaikan dengan pedoman gizi seimbang untuk sekali makan. “Menu yang disediakan dalam program ini sudah dirancang sesuai kebutuhan nutrisi harian anak,” jelasnya.
Manfaat Ekonomi dari Program MBG
Selain memberikan dampak positif pada kesehatan dan gizi, Kurniasih menyoroti potensi Program MBG dalam mendorong perekonomian lokal. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal, seperti hasil pertanian dan peternakan setempat, program ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani dan peternak, serta mencegah surplus panen yang terbuang.
“Pemanfaatan bahan pangan lokal tidak hanya memastikan keberlanjutan program, tetapi juga membantu menggerakkan ekonomi pedesaan. Ini adalah langkah strategis untuk menciptakan keseimbangan antara kebutuhan gizi masyarakat dan penguatan ekonomi lokal,” tambah Kurniasih.
Selain itu, program ini juga membuka peluang kerja baru di berbagai sektor, seperti pengelolaan dapur umum, pengemasan makanan, transportasi, hingga pengawasan di lapangan. “Ini menjadi solusi yang relevan di tengah tingginya angka pengangguran saat ini,” tegasnya.
Optimisme Pelaksanaan
Dengan dukungan infrastruktur, sumber daya manusia, dan pengelolaan yang terencana, Program MBG diyakini dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat Indonesia. Kurniasih berharap keberhasilan program ini tidak hanya mampu menurunkan angka stunting, tetapi juga menciptakan ekosistem sosial dan ekonomi yang lebih sehat dan berdaya saing.
“Program ini adalah salah satu solusi menyeluruh untuk menciptakan generasi yang lebih sehat sekaligus mendukung kebangkitan ekonomi lokal. Dengan sinergi yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya, saya optimis tujuan besar program ini dapat tercapai,” pungkasnya.
Sub Antaranews.com















