Bidik24.com, Sigli– Hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Pidie dan sekitarnya pada Rabu (8/1/2025) sore hingga malam hari menyebabkan longsor besar di kawasan Dusun Kuala Krueng, Gampong Pulo Baro, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.45 WIB dan menyebabkan tanah longsor menutupi badan jalan nasional yang menghubungkan Tangse dan Meulaboh, memutuskan akses transportasi dari kedua arah secara total.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun Serambi, longsor terjadi akibat tanah tebing di pinggir jalan runtuh secara tiba-tiba. Runtuhan tersebut disebabkan oleh derasnya air hujan yang mengguyur kawasan pegunungan Tangse. Dorongan air hujan yang melimpah membuat tanah bercampur lumpur dan material batu kecil runtuh ke jalan, menutupi badan jalan dengan ketebalan material yang cukup signifikan. Tidak hanya itu, material lumpur dan air juga sempat mengalir ke rumah warga yang berada di sekitar lokasi longsor.
Melihat kondisi tersebut, warga setempat berusaha mencegah kerusakan lebih lanjut dengan menggunakan cangkul untuk membuat saluran air. Tujuannya adalah agar aliran air bercampur lumpur dapat dialirkan ke tempat yang lebih rendah, sehingga tidak semakin banyak merendam rumah mereka.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie, Ir. Ali Basyah, menjelaskan bahwa longsor terjadi akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut. “Material longsor berupa tanah lumpur dan batu menutupi badan jalan akibat tanah tebing yang tidak mampu menahan tekanan air hujan. Namun, saya belum bisa memastikan berapa meter material longsor yang menutupi jalan,” katanya kepada Serambi pada Rabu malam.
Ir. Ali Basyah juga menambahkan bahwa longsor ini tidak hanya mengganggu akses jalan, tetapi juga berdampak pada rumah-rumah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian. Namun, hingga saat ini pihaknya masih belum dapat memastikan jumlah rumah yang terdampak. “Saya belum bisa memberikan angka pasti terkait rumah yang terkena dampak. Kami harus memastikan data yang ada agar tidak terjadi kesalahan informasi,” ujarnya.
Untuk mengatasi kondisi darurat tersebut, satu unit alat berat dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) telah dikerahkan ke lokasi kejadian. Alat berat tersebut diharapkan dapat segera membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan, sehingga akses jalan nasional Tangse-Mane, Geumpang, hingga Meulaboh dapat kembali normal.
“Kami berharap proses pembersihan ini bisa berjalan cepat agar jalan dapat kembali dilalui kendaraan pada malam ini,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan menghadapi ancaman bencana alam, khususnya di daerah rawan longsor seperti kawasan pegunungan Tangse.
Sub Serambinews.com















