Home / kriminal

Selasa, 4 November 2025 - 12:37 WIB

Dari Simeulue untuk Arjun. Tangisan, Duka, dan Tuntutan Keadilan

Bidik24.com – Banda Aceh, 4/11/25 – Duka mendalam menyelimuti Aceh, terutama masyarakat Simeulue, usai kabar memilukan mengenai wafatnya Arjun — mahasiswa asal Simeulue — yang menjadi korban pengeroyokan brutal di Masjid Agung Sibolga, Sumatera Utara, pada 1 November 2025. Tragedi ini tidak hanya menggores luka bagi keluarga korban, namun juga mengguncang nurani umat, mencederai nilai-nilai kemanusiaan, serta menodai kesucian rumah ibadah.

Wakil Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Ihya Ulumuddin, SP, SH, MH, Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) asal Simeulue tampil menyuarakan keprihatinan mendalam sekaligus kecaman keras atas peristiwa tersebut. Dengan nada tegas namun penuh kesedihan, Ihya menegaskan bahwa tindakan keji itu tidak dapat ditoleransi dalam bentuk apa pun.

“Masjid adalah tempat bernaung, tempat suci yang menjadi simbol kedamaian dan perlindungan bagi seluruh umat manusia,” ucap Ihya dengan suara bergetar. Ia mengingatkan kembali momen sejarah saat bencana tsunami 2004 melanda Aceh, dimana masjid menjadi benteng terakhir yang menyelamatkan ribuan jiwa, tanpa memandang suku, agama, atau identitas apa pun. “Itu bukti bahwa rumah Allah adalah ruang keselamatan universal. Maka tindakan biadab yang terjadi di sana adalah penghinaan terhadap tempat mulia itu.”

Baca Juga  Langit Aceh Bersinar Emas: USK Tak Terbendung di POMDA XIX 2025

Ihya mendesak aparat penegak hukum bekerja cepat, transparan, dan adil. Ia meminta agar seluruh pelaku tanpa terkecuali dihukum setimpal, tidak hanya untuk memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban, namun juga sebagai bentuk pelajaran keras bagi siapa pun yang berani merusak kedamaian negeri ini. “Sudah terlalu sering mahasiswa kita, anak-anak kita, mengalami kekerasan di perantauan. Cukuplah. Jangan ada lagi Arjun-Arjun berikutnya,” tegasnya.

Politisi asal Simeulue itu juga menyoroti pentingnya perhatian bagi mahasiswa Aceh yang menuntut ilmu di berbagai wilayah Indonesia. Ia menilai bahwa para mahasiswa adalah aset daerah dan bangsa, yang meninggalkan rumah demi menggapai masa depan. “Mereka berangkat dengan harapan orang tua, dengan doa kampung halaman. Mereka pergi bukan untuk pulang dalam peti dan tangis,” katanya penuh haru.

Baca Juga  Ketidakadilan Terungkap: Kubu Tom Lembong Melawan Setelah Praperadilan Gagal!

Di akhir pernyataannya, Ihya mengirimkan doa bagi almarhum Arjun dan keluarga yang ditinggalkan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, menjaga anak-anak Aceh yang merantau, dan memastikan tragedi seperti ini tidak terulang. “Kita berharap aparat bertindak tegas, dan semoga Allah memberikan tempat terbaik untuk Arjun. Mari kita saling menjaga, sebagaimana kita berharap anak-anak kita juga dijaga di mana pun mereka berada.”

Dari Aceh hingga Sibolga, suara keadilan kini mengalun. Arjun mungkin telah pergi, namun perjuangan menuntut keadilan untuknya baru saja dimulai.

Share :

Baca Juga

kriminal

Iqbal Minta Polisi Tuntaskan Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Aceh

kriminal

Gagal Terbang! Dua Kurir Sabu Asal Bogor Tertangkap di Bandara SIM

kriminal

Pj Gubernur Aceh dan Ketua DPR Aceh Temui Mendagri Bahas Pelantikan Gubernur Terpilih

Ekonomi

Pengiriman Tim Kemendagri ke Aceh Besar Tunjukkan Ketidakcakapan Pj Bupati

Ekonomi

Donald Trump Umumkan Empat Perintah Eksekutif: Iron Dome hingga Kebijakan Imigrasi Baru

kriminal

Pj Bupati Simeulue Temui Anggota DPR, Desak Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Pulau Simeulue!

kriminal

LHKPN Pejabat Kabinet Merah Putih: Langkah Transparansi yang Tak Bisa Diabaikan

kriminal

Prabowo Alokasikan Rp 48,8 Triliun untuk IKN: Proyek Raksasa yang Akan Ubah Wajah Indonesia!