Bidik24.com – Sibolga, 2 November 2025 — Duka mendalam menyelimuti masyarakat Aceh atas meninggalnya Arjuna Tamaraya, mahasiswa asal Aceh yang menjadi korban pengeroyokan di halaman Masjid Agung Sibolga pada Jumat dini hari, 31 Oktober 2025. Peristiwa tragis tersebut tidak hanya menggemparkan publik, tetapi juga memantik reaksi keras berbagai pihak.
Salah satunya datang dari Muhammad Iqbal, S.Kom, Anggota DPRA Dapil 9 sekaligus anggota Komisi VI DPRA. Iqbal menegaskan bahwa kasus keji ini tidak boleh dibiarkan berlalu tanpa penyelesaian tuntas.
“Saya meminta Kepolisian bergerak cepat, menangkap seluruh pelaku, dan mengusut kasus ini sampai tuntas. Ini bukan kriminal biasa — nyawa seorang anak muda Aceh direnggut di lingkungan rumah ibadah. Masyarakat menuntut keadilan, dan saya sebagai wakil rakyat memastikan kasus ini tidak boleh diperlakukan setengah hati,” ujar Iqbal pada Minggu (2/11).
Politisi muda dari Partai Golkar itu juga mendorong Pemerintah Aceh dan Pemerintah Sumatera Utara untuk segera berkoordinasi dalam menjamin perlindungan bagi pelajar dan perantau Aceh di luar daerah.
“Bukan sekali dua kali anak Aceh yang merantau menjadi korban kekerasan. Sudah saatnya ada langkah nyata lintas pemerintah daerah untuk memastikan keamanan warga kita. Kita harus memberi pesan tegas: tidak ada satu pun warga Aceh yang dibiarkan menjadi korban tanpa perhatian,” tegasnya.
Iqbal juga memastikan bahwa masyarakat Aceh akan mengawal proses hukum kasus ini hingga persidangan.
“Kita awasi prosesnya. Keluarga almarhum harus mendapat pendampingan penuh. Pemerintah jangan diam — harus hadir dan bergerak,” pungkasnya.
Diketahui, pihak kepolisian telah mengamankan beberapa terduga pelaku dan terus melakukan pengejaran terhadap lainnya. Publik kini menantikan komitmen aparat untuk menegakkan hukum setegas-tegasnya demi rasa keadilan bagi keluarga korban dan masyarakat Aceh.















