Bidik24.com, Jakarta – Kebakaran yang melanda Los Angeles (LA) sejak Selasa (7/1/2025) lalu telah mengubah wilayah tersebut menjadi area yang mirip dengan ‘neraka’, dengan api yang terus meluas dan menghancurkan ribuan rumah serta gedung, sementara sekitar 180 ribu orang terpaksa mengungsi. Penyebab kebakaran ini masih dalam tahap penyelidikan, namun berbagai faktor ilmiah diketahui mempengaruhi penyebaran api yang begitu cepat dan meluas.
Kebakaran yang dimulai pada Selasa (7/1) ini terus menyebar dengan cepat dan bahkan muncul sumber api baru pada Kamis (9/1) malam waktu setempat, yang turut memperburuk situasi. Peneliti kebakaran dari Universitas Edinburgh, Rory Hadden, menjelaskan bahwa kebakaran hutan pada umumnya membutuhkan tiga elemen dasar, yaitu pemantik api, bahan bakar, dan oksigen. Lalu, apa yang membuat kebakaran ini semakin besar dan tak terkendali?
Pemicu Kebakaran Masih Dalam Penyelidikan
Api pertama kali muncul di kawasan Pacific Palisades, LA, tepatnya di perbukitan kawasan mewah tersebut, yang dipicu oleh angin kencang di belakang sebuah rumah di Piedra Morada Drive. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Petir, yang sering menjadi pemicu kebakaran di AS, dapat segera dikesampingkan karena tidak ada laporan adanya petir di wilayah tersebut. Selain petir, dua faktor yang sering menjadi penyebab kebakaran adalah kebakaran yang disengaja atau yang dipicu oleh kabel listrik.
John Lentini, ahli analisis kebakaran dari Florida, yang juga telah menyelidiki beberapa kebakaran besar di California, menyatakan bahwa meskipun ukuran dan cakupan kebakaran ini sangat besar, pendekatan untuk mengetahui penyebabnya tetap sama, yaitu dengan fokus pada tempat asal api dan memeriksa lingkungan sekitarnya.
Faktor-Faktor yang Memperburuk Kebakaran
Beberapa faktor alamiah dan cuaca turut memperburuk kebakaran yang terjadi di Los Angeles. Salah satunya adalah *hydroclimate whiplash* atau perubahan cuaca yang ekstrem dari sangat basah menjadi sangat kering, yang membuat vegetasi tumbuh subur dan menjadi bahan bakar yang melimpah. Setelah itu, periode kering yang mengikuti membuat vegetasi tersebut mengering dengan sangat cepat, meningkatkan potensi penyebaran api. Perubahan iklim yang menyebabkan cuaca lebih ekstrem turut berperan dalam meningkatkan risiko kebakaran ini.
Selain itu, badai angin Santa Ana yang sangat kuat, yang dikenal karena kecepatan dan kekeringannya, turut memicu kebakaran dengan mengarahkan api ke seluruh wilayah sekitarnya, bahkan membawa bara api yang dapat membakar material baru beberapa kilometer dari tempat kebakaran asli. “Bara api ini menjadi penyebab utama hilangnya bangunan dalam kebakaran hutan,” jelas Hadden.
Topografi dan Tantangan Evakuasi
Selain faktor cuaca, topografi wilayah Los Angeles yang berbukit juga membuat kebakaran menyebar dengan sangat cepat, terutama menuju lereng-lereng bukit. Area dengan banyak ngarai dan jurang turut meningkatkan bahaya kebakaran, sekaligus membuat evakuasi menjadi lebih sulit bagi warga yang berada di kawasan tersebut.
Dampak Kebakaran yang Mengerikan
Sejak kebakaran dimulai, setidaknya ada enam titik api yang tercatat dalam laporan, yang meliputi kebakaran di kawasan Palisades, Eaton, Hurst, Lidia, Kenneth, dan Sunset. Ribuan bangunan, termasuk rumah dan gedung komersial, terbakar habis. Selain itu, hampir 180 ribu orang terpaksa mengungsi karena ancaman kebakaran yang sangat besar, dan sedikitnya 10 orang dilaporkan tewas akibat peristiwa ini.
Kebakaran yang terjadi di Los Angeles kali ini menjadi peringatan keras tentang ancaman bencana kebakaran hutan yang semakin besar, dengan banyak faktor yang turut memperburuk penyebaran api. Dengan adanya perubahan iklim dan cuaca yang semakin ekstrem, kebakaran seperti ini diprediksi akan semakin sering terjadi di masa depan.
Sub detik.com















