Bidik24.com, Jakarta – Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto, mengungkapkan harapan mereka untuk dapat mengikuti jejak prestasi gemilang dari senior mereka, Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan, yang baru saja mengakhiri karier di dunia bulu tangkis.
Pasangan legendaris yang akrab disapa The Daddies itu resmi gantung raket usai terhenti di babak 16 besar Indonesia Masters 2025. Perpisahan ini menandai akhir perjalanan panjang mereka sebagai salah satu pasangan ganda putra paling sukses dalam sejarah bulu tangkis dunia.
“Semoga prestasi mereka bisa menular ke kami, terutama tahun ini ada Kejuaraan Dunia BWF yang menjadi target utama kami,” ujar Fajar dalam konferensi pers yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu.
FajRi Pernah Merasakan Dominasi The Daddies
Fajar/Rian, yang dikenal dengan julukan FajRi, memiliki kenangan manis sekaligus pahit terhadap The Daddies. Pasangan muda ini sempat merasakan kekuatan luar biasa dari senior mereka ketika dihentikan di babak semifinal Kejuaraan Dunia BWF pada tahun 2019 dan 2022. Kekalahan itu menjadi pelajaran berharga bagi mereka untuk terus berkembang.
Ahsan/Hendra sendiri memiliki perjalanan karier yang luar biasa. Mereka memulai debut sebagai pasangan di Denmark Terbuka 2012 dan telah mencatatkan sejarah emas selama lebih dari satu dekade. Meskipun sempat berpisah usai gelaran Olimpiade Rio 2016, pasangan ini kembali bersatu pada tahun 2018 dan terus menunjukkan performa mengesankan.
Selama karier mereka, The Daddies berhasil meraih tiga gelar Kejuaraan Dunia BWF, yaitu pada tahun 2013, 2015, dan 2019. Catatan ini menjadikan mereka salah satu pasangan ganda putra paling sukses dalam sejarah bulu tangkis.
Langkah FajRi Menuju Final Indonesia Masters 2025
Sementara itu, Fajar/Rian menunjukkan performa gemilang di Indonesia Masters 2025. Mereka berhasil melaju ke babak final setelah mengalahkan pasangan ganda Thailand, Kittinupong Kedren dan Dechapol Puavaranukroh, dalam pertandingan dua gim langsung.
Pada babak final, FajRi akan menghadapi pasangan asal Malaysia, Wei Chong Man dan Kai Wun Tee, yang sebelumnya mengamankan tiket final setelah mengalahkan rekan senegara mereka, Aaron Chia dan Wooi Yik Soh, juga dalam dua gim langsung.
Sebagai unggulan pertama di turnamen BWF kelas 500 ini, Fajar/Rian memiliki peluang besar untuk membawa pulang gelar juara. Semangat dan motivasi mereka semakin membara setelah menyaksikan perjalanan luar biasa The Daddies.
Warisan dan Harapan
The Daddies meninggalkan warisan besar bagi bulu tangkis Indonesia, tidak hanya dalam bentuk gelar dan prestasi, tetapi juga nilai-nilai semangat, kerja keras, dan persahabatan di lapangan.
Dengan harapan untuk melanjutkan tradisi emas yang ditinggalkan Ahsan/Hendra, Fajar/Rian kini berada di jalur untuk membuktikan bahwa generasi baru bulu tangkis Indonesia siap mengukir sejarah baru. Babak final Indonesia Masters 2025 akan menjadi langkah penting dalam perjalanan mereka. (*)
Sub Antaranews.com















