Bidik24.com – Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) di Aceh pada Januari 2025 mengalami penurunan sebesar 0,80 poin menjadi 121,82 dari bulan sebelumnya yang tercatat 124,01.
Menurut Kepala BPS Aceh, Ahmadriswan Nasution, penurunan ini terutama disebabkan oleh turunnya NTP pada subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) sebesar -3,45, meskipun subsektor lainnya mengalami kenaikan.
Ia menjelaskan bahwa NTP dihitung berdasarkan perbandingan indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang harus dibayar petani, yang menjadi indikator penting dalam mengukur daya beli petani.
“NTP juga mencerminkan daya tukar produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi petani atau digunakan dalam proses produksi. Semakin tinggi NTP, semakin kuat daya beli petani,” ujarnya di Banda Aceh, Selasa.
Ahmadriswan mengungkapkan bahwa indeks harga yang diterima petani (It) pada Januari 2025 tercatat sebesar 143,32, mengalami penurunan 0,41 persen dibanding bulan sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan oleh anjloknya harga gabah, pinang, dan cabai rawit.
Sementara itu, indeks harga yang dibayar petani (Ib) meningkat sebesar 0,40 persen menjadi 117,64. Kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya harga cabai merah, bawang merah, dan ikan tongkol.















