Home / Ekonomi

Rabu, 5 Februari 2025 - 20:20 WIB

BPS Aceh: Nilai Tukar Petani Januari 2025 Turun ke 121,82

Bidik24.com – Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) di Aceh pada Januari 2025 mengalami penurunan sebesar 0,80 poin menjadi 121,82 dari bulan sebelumnya yang tercatat 124,01.

Menurut Kepala BPS Aceh, Ahmadriswan Nasution, penurunan ini terutama disebabkan oleh turunnya NTP pada subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) sebesar -3,45, meskipun subsektor lainnya mengalami kenaikan.

Baca Juga  Tarif Paspor Naik Mulai Hari Ini: Siap-Siap Rogoh Kocek Lebih Dalam!

Ia menjelaskan bahwa NTP dihitung berdasarkan perbandingan indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang harus dibayar petani, yang menjadi indikator penting dalam mengukur daya beli petani.

“NTP juga mencerminkan daya tukar produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi petani atau digunakan dalam proses produksi. Semakin tinggi NTP, semakin kuat daya beli petani,” ujarnya di Banda Aceh, Selasa.

Baca Juga  Tingginya Kasus Perceraian di Aceh Tengah Akibat Judi Online dan Konflik Rumah Tangga

Ahmadriswan mengungkapkan bahwa indeks harga yang diterima petani (It) pada Januari 2025 tercatat sebesar 143,32, mengalami penurunan 0,41 persen dibanding bulan sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan oleh anjloknya harga gabah, pinang, dan cabai rawit.

Sementara itu, indeks harga yang dibayar petani (Ib) meningkat sebesar 0,40 persen menjadi 117,64. Kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya harga cabai merah, bawang merah, dan ikan tongkol.

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Usai Dicopot Jadi Menkeu, Putra Purbaya: Bapak Bisa Tidur Nyenyak Lagi dan Balik Jadi Trader

Ekonomi

Konflik Timur Tengah Memanas, Pertamina Sebut Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu per Liter

Ekonomi

Bill Gates Peringatkan Jutaan Pekerjaan Terancam AI: Dunia Belum Siap Hadapi Disrupsi

Berita

Dua Hari, Dua Dunia: Mengapa May Day Begitu Riuh dan Hardiknas Begitu Sunyi?

Ekonomi

Lolos Uji Kelayakan DPR, Friderica Widyasari Dewi Pimpin OJK

Ekonomi

AS Kembali Gunakan Kayu Bakar Setelah Penutupan Selat Hormuz

Ekonomi

Ditegur Mahkamah Agung, Trump Pilih Gaspol Perang Tarif

Ekonomi

Antara Tradisi dan Janji, Kisah Uang Meugang di Pendopo