Home / Ekonomi

Minggu, 9 Februari 2025 - 21:31 WIB

Dengarkan Suara Petani! Harga Beli Gabah Rp 6.500/Kg, Lebih dari Sekadar Kebijakan Bulog!

Dalam gambar ini, seorang petani sedang bekerja di ladang, memanen gabah dengan penuh semangat. Dengan harga beli gabah yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 6.500/kg, harapan baru muncul bagi para petani untuk meningkatkan pendapatan mereka.

Dalam gambar ini, seorang petani sedang bekerja di ladang, memanen gabah dengan penuh semangat. Dengan harga beli gabah yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 6.500/kg, harapan baru muncul bagi para petani untuk meningkatkan pendapatan mereka.

Bidik24.com – Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa setiap pihak yang membeli gabah dari petani harus mematuhi harga pembelian pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp 6.500/kg.

“Siapa pun yang membeli gabah petani harus membayar Rp 6.500/kg tanpa pengecualian, ini bukan hanya untuk Bulog, tetapi berlaku untuk semua pembeli,” ujar Amran setelah pertemuan dengan Dewan Pengawas dan Direksi baru Perum Bulog di Jakarta, Minggu (9/2).

Amran juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengadakan rapat dengan sekitar 1.000 pemilik penggilingan gabah pada hari Senin (10/2). Rapat ini berkaitan dengan instruksi Presiden Prabowo mengenai HPP gabah petani sebesar Rp 6.500/kg.

Baca Juga  FKIP USK Tunjukkan Dominasi di Ajang Petanque Internasional 2025, Raih Emas dan Perunggu

“Kita akan melakukan rapat dengan penggilingan besar dan sedang, melibatkan sekitar seribu orang. Kita akan menandatangani kontrak atau PO dan segera bergerak,” tambahnya.

Di sisi lain, Amran menyatakan bahwa Bulog diwajibkan untuk menyerap 3 juta ton beras hingga bulan April dengan harga pembelian gabah yang sama. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Ia menjelaskan bahwa penyerapan beras dalam negeri sangat penting, mengingat Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa produksi beras dalam negeri mengalami surplus dibandingkan tahun lalu. Diperkirakan, pada akhir Februari dan Maret, petani akan menghasilkan sekitar 2,9 juta ton beras.

Baca Juga  Skandal Taipan Minyak: OK Lim dan Keluarga Bangkrut, Hin Leong Terkubur Utang dan Penipuan

“Jika dihitung hingga April, estimasi produksinya bisa mencapai lebih dari 4 juta ton. Oleh karena itu, kita perlu menyerap minimal 3 juta ton dari surplus tersebut,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Perum Bulog, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Novy Helmy Prasetya, menyatakan bahwa kesepakatan dalam rapat tersebut akan dilaksanakan dengan baik.

Terkait target penyerapan beras 3 juta ton hingga April 2025, Novy optimis bahwa target tersebut dapat tercapai.

“InsyaAllah, dalam waktu kurang dari tiga bulan ke depan, kita harus optimis bisa mencapai target penyerapan 3 juta ton beras,” katanya.

Sumber: detik.com

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Usai Dicopot Jadi Menkeu, Putra Purbaya: Bapak Bisa Tidur Nyenyak Lagi dan Balik Jadi Trader

Ekonomi

Konflik Timur Tengah Memanas, Pertamina Sebut Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu per Liter

Ekonomi

Bill Gates Peringatkan Jutaan Pekerjaan Terancam AI: Dunia Belum Siap Hadapi Disrupsi

Berita

Dua Hari, Dua Dunia: Mengapa May Day Begitu Riuh dan Hardiknas Begitu Sunyi?

Ekonomi

Lolos Uji Kelayakan DPR, Friderica Widyasari Dewi Pimpin OJK

Ekonomi

AS Kembali Gunakan Kayu Bakar Setelah Penutupan Selat Hormuz

Ekonomi

Ditegur Mahkamah Agung, Trump Pilih Gaspol Perang Tarif

Ekonomi

Antara Tradisi dan Janji, Kisah Uang Meugang di Pendopo