Home / Budaya

Rabu, 2 September 2026 - 08:01 WIB

Keuchik Don Tutup Usia di 83 Tahun, Tokoh Gampong Neuheun yang Dedikasikan Hidup untuk Masyarakat

Bidik24.com – ACEH BESAR — Kabar duka menyelimuti masyarakat Gampong Neuheun, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Salah seorang tokoh masyarakat yang dikenal luas, Zulkifli, atau yang akrab disapa Keuchik Don, tutup usia pada Minggu malam, 30 Agustus 2026, dalam usia 83 tahun.

Kepergian Keuchik Don menjadi duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta masyarakat yang selama puluhan tahun mengenal sosoknya. Almarhum dikenal sebagai salah satu tokoh yang memiliki perjalanan panjang dalam pemerintahan gampong, kelembagaan masyarakat, dan adat di Kecamatan Mesjid Raya.

Keuchik Don pernah dipercaya masyarakat untuk memimpin Gampong Neuheun sebagai keuchik selama dua periode.

Periode pertama berlangsung pada 1988–1993, kemudian kembali dipercaya untuk periode kedua pada 1993–1998.

Selama satu dekade memimpin Gampong Neuheun, almarhum menjadi bagian dari perjalanan penting pembangunan dan kehidupan masyarakat gampong pada masa itu.

Setelah menyelesaikan masa pengabdiannya sebagai keuchik, Keuchik Don tetap aktif dalam kehidupan kemasyarakatan. Pada 2009, almarhum kembali dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Tuha Peut Gampong Neuheun.

Amanah tersebut dijalankan selama satu periode selama enam tahun hingga berakhir pada 2015.

Pengabdian almarhum kemudian berlanjut dalam bidang adat. Pada 2019, Keuchik Don dipercaya menjadi Ketua Lembaga Adat Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Jabatan tersebut dijalankannya hingga masa kepengurusan berakhir pada 2025.

Rangkaian amanah tersebut memperlihatkan panjangnya perjalanan Keuchik Don dalam mengabdikan diri kepada masyarakat. Meski tidak lagi memegang jabatan formal setelah 2025, almarhum tetap dikenal sebagai sosok yang aktif dan dekat dengan masyarakat.

Baca Juga  Gebyar HAB ke-79: Aceh Besar Meriah dengan Lomba Obade dan 12 Kegiatan Spektakuler!

Bagi masyarakat Neuheun, Keuchik Don bukan sekadar mantan keuchik atau tokoh adat. Ia dikenal sebagai pribadi yang aktif, humoris, senang bergaul, dan mudah membangun komunikasi dengan berbagai kalangan.

Kehadirannya dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan membuat sosoknya begitu dikenal. Canda dan gaya pergaulannya menjadi bagian dari kenangan banyak orang yang pernah berinteraksi dengannya.

Karena itu, kabar kepergiannya terasa begitu mengejutkan bagi masyarakat.

Semasa hidup, Keuchik Don juga dikenal tidak pernah mengalami sakit berat yang mengharuskannya menjalani perawatan di rumah sakit dalam waktu lama.

Pada Minggu pagi, 30 Agustus 2026, almarhum mengeluhkan kondisi tubuh yang kurang enak, seperti masuk angin. Keluarga kemudian membawa beliau ke Rumah Sakit Kesdam untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

Pada siang hari hingga sore, kondisi almarhum sempat dirasakan membaik. Beliau bahkan disebut sudah merasa lebih enak dibandingkan sebelumnya.

Namun, kondisi tersebut ternyata tidak berlangsung lama.

Pada malam harinya, sekitar pukul 23.10 WIB, Keuchik Don menghembuskan napas terakhir.

Kabar duka tersebut kemudian menyebar dan mengundang kesedihan mendalam di tengah masyarakat. Sosok yang selama puluhan tahun dikenal aktif, ceria, dan mudah bergaul itu telah berpulang.

Baca Juga  Aceh: Menyatukan Syariat Islam dan Inovasi untuk Membangun Masa Depan yang Lebih Gemilang

Jenazah Keuchik Don dimakamkan pada Senin, 31 Agustus 2026, di kampung halamannya, Gampong Neuheun.

Sejak berada di rumah duka, masyarakat datang silih berganti untuk memberikan penghormatan terakhir. Keluarga, kerabat, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta warga dari berbagai kalangan turut hadir.

Keramaian semakin terlihat ketika jenazah dibawa menuju tempat pemakaman. Banyak masyarakat hadir untuk mengantarkan almarhum ke peristirahatan terakhir.

Suasana duka bahkan masih terasa hingga ke meunasah Gampong Neuheun. Masyarakat memadati tempat tersebut untuk mengikuti doa dan memberikan penghormatan terakhir kepada tokoh yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang kehidupan Gampong Neuheun.

Besarnya kehadiran masyarakat menjadi gambaran betapa luasnya pergaulan dan hubungan sosial yang dibangun Keuchik Don selama hidupnya.

Kepergian Keuchik Don merupakan kehilangan bagi masyarakat Gampong Neuheun dan Kecamatan Mesjid Raya.

Lebih dari sekadar jabatan, perjalanan tersebut merupakan bagian dari pengabdian seorang tokoh yang sebagian besar hidupnya dihabiskan di tengah masyarakat.

Kini, suara, canda, dan keramahan Keuchik Don tidak lagi terdengar. Namun, kenangan tentang sosok yang aktif, humoris, dan senang bergaul itu akan tetap hidup di tengah masyarakat yang pernah mengenalnya.

Selamat jalan Keuchik Don, Zulkifli bin Zainal Abidin

Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Al-Fatihah.

Share :

Baca Juga

Budaya

Viral! Gampong Neuheun Tampilkan Replika Tank Rusia di Pawai Takbiran Idul Fitri 1447 H Banda Aceh

Budaya

1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta Saat Mudik Lebaran 2026

Budaya

Geunteut

Budaya

Dayah Babut Taqwa Al-Muhajirin Meriahkan HUT ke-80 RI dengan Semangat Kebersamaan Santri

Budaya

Budaya

RAPI Lokal Mesjid Raya-Baitussalam Gelar Silaturahmi Penuh Kehangatan di Pos Langit, Gampong Neuheun

Budaya

Nisan Aceh Tersembunyi 500 Tahun: Maros dan Rahasia Jaringan Islam Global

Budaya

M. Abit dan Keluarga dari Lhokseumawe Liburan Lebaran ke Banda Aceh, Kunjungi Destinasi Wisata Populer