Home / Energi

Minggu, 13 September 2026 - 13:44 WIB

Kabar Baik, Pertalite Rp 10.000 Bertahan sampai 2026

Bidik24.com – Jakarta. PT Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan tetap dipertahankan hingga akhir tahun 2026. Komitmen ini berlaku meski dua faktor utama pembentuk harga, yakni harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, masih terus berfluktuasi.

Kebijakan menahan harga ini diambil sebagai langkah menjaga kestabilan harga energi nasional sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian harga energi global.

VP Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa perusahaan sepenuhnya mengikuti arahan pemerintah dalam menentukan harga BBM bersubsidi. Menurutnya, meskipun parameter-parameter seperti harga minyak dunia dan kurs rupiah mengalami naik-turun, hal itu tidak akan berdampak pada harga BBM subsidi sampai akhir 2026, sesuai instruksi Pemerintah. Pernyataan ini disampaikan melalui keterangan tertulis pada Sabtu (12/9/2026).

Berdasarkan penjelasan tersebut, harga BBM bersubsidi yang berlaku saat ini adalah:

  • Pertalite: Rp 10.000 per liter
  • Biosolar (solar bersubsidi): Rp 6.800 per liter
Baca Juga  Harga Emas di Banda Aceh Stabil di Rp 4,43 Juta per Mayam, Peluang atau Tantangan?

Kedua harga ini dipastikan tidak akan berubah hingga penghujung tahun 2026.

Berbeda dengan BBM bersubsidi, harga Jenis BBM Umum (JBU) atau BBM non-subsidi seperti Pertamax tetap mengikuti formula perhitungan yang sudah ditetapkan pemerintah. Kitty menambahkan bahwa untuk kategori JBU, harga akan terus menyesuaikan formula tersebut, bukan mengikuti kebijakan penahanan harga seperti BBM subsidi.

Sebagai catatan, sejak awal September 2026, sejumlah produk BBM non-subsidi Pertamina memang telah mengalami kenaikan harga:

Berlaku mulai 1 September:

  • Pertamax Turbo (RON 98): naik dari Rp 18.300 menjadi Rp 19.600 per liter
  • Dexlite (CN 51): naik dari Rp 19.700 menjadi Rp 23.700 per liter
  • Pertamina Dex (CN 53): naik dari Rp 21.150 menjadi Rp 25.200 per liter
Baca Juga  RAPI Aceh dan Wakil Gubernur Sepakat Perkuat Komunikasi Sosial dan Kesiapsiagaan

Berlaku mulai 2 September:

  • Pertamax Green 95 (RON 95): naik dari Rp 16.600 menjadi Rp 19.150 per liter

Menariknya, tidak semua BBM non-subsidi mengalami kenaikan. Pertamax (RON 92) justru turun harga, dari Rp 16.250 per liter menjadi Rp 15.950 per liter.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, sebelumnya menegaskan bahwa fluktuasi harga BBM non-subsidi memang mengikuti pergerakan harga minyak dunia atau harga pasar internasional. Dengan kata lain, ketika harga minyak dunia melemah, harga BBM non-subsidi akan ikut terkoreksi turun. Sebaliknya, saat harga minyak dunia kembali menguat, harga BBM non-subsidi pun akan disesuaikan naik.

Bahlil menjelaskan bahwa mekanisme ini sudah konsisten disampaikannya sejak awal, di mana harga BBM non-subsidi akan selalu bergerak seiring pergerakan Indonesian Crude Price (ICP) di pasar dunia.

Sumber: detikFinance

Share :

Baca Juga

Energi

B50 Resmi Dijual, Harga Biosolar Bikin Kaget

Energi

Gas Industri Turun, Mampukah Ekonomi Melaju?

Bisnis

Nvidia Siap Menguasai Dunia Robotik, AI Jadi Katalisator Kejayaan Baru!

Bisnis

Mulai 1 Januari 2025, Harga BBM Nonsubsidi Naik Tajam! Ini Daftar Lengkap Kenaikan Harga Pertamax dan Jenis BBM Lainnya

Bisnis

PPN 12% untuk Barang Mewah Resmi Berlaku: Hunian Elite hingga Yacht Kena Imbas, Tapi Bahan Pokok Tetap Bebas Pajak!

Bisnis

PPN 12% Barang Mewah Bikin Industri Hotel dan Restoran Tercekik, Daya Beli Masyarakat Terancam Anjlok!

Ekonomi

PPN 12% untuk Barang Mewah, DPR Beri Apresiasi pada Prabowo: Kebijakan Pro-Rakyat atau Sekadar Formalitas!

Ekonomi

Meski Defisit Rp401 Triliun, Presiden Prabowo Klaim APBN 2024 Dikelola dengan Bijak di Tengah Krisis Global!