Aceh Besar, Bidik24.com – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Santri Dayah Babut Taqwa Al-Muhajirin kembali menyelenggarakan acara tahunan yang penuh khidmat dan semarak. Acara ini digelar pada Minggu, 1 Desember 2024, di kompleks dayah yang beralamat di Gampong Neuheun, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.
Kegiatan ini merupakan tradisi tahunan yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan santri dan masyarakat sekitar. Maulid Nabi Muhammad SAW ini bukan hanya menjadi momen untuk mengenang peristiwa kelahiran Nabi, tetapi juga sebagai ajang refleksi perjalanan hidup Rasulullah dari lahir hingga wafat, yang menjadi teladan utama umat Islam.
Rangkaian Acara yang Meriah
Acara dimulai sejak pagi hari dengan pembacaan zikir dan doa bersama yang dipimpin oleh pimpinan dayah, disusul dengan pembacaan sirah nabawiyah (sejarah Nabi) oleh tokoh agama setempat. Suasana haru dan penuh kekhidmatan menyelimuti kegiatan ini saat peserta larut dalam lantunan shalawat dan doa.
Tidak hanya santri Dayah Babut Taqwa Al-Muhajirin, acara ini juga turut mengundang partisipasi dari berbagai dayah pengajian sekitar. Kehadiran para santri dari dayah lain mempererat hubungan silaturahmi dan kebersamaan antarpondok pesantren di wilayah Aceh Besar. Selain itu, unsur perangkat gampong seperti keuchik (Kepala Desa), perangkat desa, serta tokoh masyarakat turut hadir untuk memberikan dukungan dan menyemarakkan peringatan ini.
Pesan Moral dari Maulid Nabi
Dalam sambutannya, pimpinan Dayah Babut Taqwa Al-Muhajirin menyampaikan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. “Perayaan Maulid Nabi bukan hanya sekadar mengenang sejarah, tetapi juga harus menjadi momentum bagi kita semua untuk memperbaiki diri, meneladani sifat sabar, jujur, dan kasih sayang yang dimiliki Rasulullah,” ujarnya.
Kegiatan ini juga diisi dengan tausiyah agama dari seorang ulama terkemuka di Aceh Besar Abon Jantho. Dalam ceramahnya, beliau menekankan bahwa semangat Maulid Nabi harus menjadi penggerak untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah dan memperkuat ibadah.
Semangat Gotong Royong Masyarakat
Acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Dayah Babut Taqwa Al-Muhajirin juga menjadi bukti nyata semangat gotong royong masyarakat Gampong Neuheun. Warga bahu-membahu dalam mempersiapkan segala kebutuhan acara, mulai dari dekorasi, konsumsi, hingga pengaturan tempat. Para ibu-ibu gampong dengan antusias memasak hidangan tradisional Aceh, seperti kuah beulangong, yang menjadi simbol kebersamaan dan kemakmuran.
Penutup yang Menghangatkan
Acara ditutup dengan makan bersama seluruh peserta yang hadir, menciptakan suasana hangat dan akrab di antara santri, ulama, dan masyarakat. Semua yang hadir merasa terinspirasi dan bersyukur dapat mengikuti peringatan Maulid Nabi yang penuh berkah ini.
Melalui peringatan seperti ini, Dayah Babut Taqwa Al-Muhajirin berharap semangat kecintaan terhadap Rasulullah SAW terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan generasi muda Aceh, terutama para santri, yang diharapkan menjadi penerus perjuangan dakwah Islam di masa mendatang.
(Dilaporkan oleh Tim Bidik24.com)















