Home / Budaya / Cuaca

Sabtu, 14 Desember 2024 - 23:46 WIB

Catatan Indonesia Akan Direvisi: Prasejarah hingga Kolonial Tak Lagi Sama

Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat membahas rencana revisi catatan sejarah Indonesia di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Sabtu (14/12).

Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat membahas rencana revisi catatan sejarah Indonesia di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Sabtu (14/12).

Bidik24.com – Jakarta. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengumumkan rencana revisi catatan sejarah Indonesia usai bertemu dengan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (14/12).

“Catatan sejarah Indonesia akan diperbarui berdasarkan hasil kajian para ahli sejarah. Kami akan segera menyusun versi terbaru atau revisi tambahan untuk buku sejarah, sebagai bagian dari peringatan 80 Tahun Indonesia Merdeka,” ujar Fadli Zon, dikutip dari Antara.

Fadli mencontohkan salah satu aspek yang akan direvisi, yaitu sejarah prasejarah. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa peradaban di Indonesia ternyata jauh lebih tua dari perkiraan sebelumnya. Misalnya, usia situs prasejarah Gua Leang-Leang di Maros yang awalnya diperkirakan 5.000 tahun kini diketahui berusia antara 40.000 hingga 52.000 tahun.

Baca Juga  Makanan Ultra-Proses Sebabkan Kanker Usus Besar pada Orang Muda: Penelitian Baru Ungkap Bahaya Tersembunyi!

Ketua Umum MSI, Prof. Dr. Agus Mulyana, menjelaskan bahwa revisi ini bertujuan untuk memperbarui data sejarah berdasarkan temuan terbaru, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri bangsa. “Sering kali, kita kurang percaya diri terhadap sejarah kita. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa masa prasejarah kita lebih panjang dibanding negara-negara seperti Mesir atau di Eropa. Ini yang perlu diperbarui,” ungkap Agus.

Agus juga menyoroti perlunya interpretasi ulang terhadap sejarah masa kolonial di Indonesia, termasuk klaim bahwa semua wilayah dijajah selama 350 tahun. Ia mencontohkan Aceh yang baru dikuasai pada tahun 1920-an hingga 1930-an, menunjukkan bahwa tidak semua daerah di Indonesia dijajah sepenuhnya. “Ini membuktikan bahwa kita bukan bangsa yang kalah,” tegasnya.

Baca Juga  Hasballah Dikukuhkan sebagai Ketua Satgassus Swasembada Pangan Aceh Besar

Revisi tersebut juga akan mencakup pembaruan periodisasi sejarah yang saat ini terbagi dalam 10 jilid hingga masa reformasi. Agus menambahkan bahwa MSI siap berkontribusi untuk memperluas periodisasi ini hingga ke era pemerintahan saat ini. “Penulisan sejarah ini adalah momentum penting bagi kami,” tutupnya.

sub cnnindonesia

Share :

Baca Juga

Budaya

Viral! Gampong Neuheun Tampilkan Replika Tank Rusia di Pawai Takbiran Idul Fitri 1447 H Banda Aceh

Budaya

1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta Saat Mudik Lebaran 2026

Cuaca

Jakarta Terendam Lagi, BPBD Catat 16 RT dan 10 Jalan Tergenang

Cuaca

Megathrust Tinggal Menunggu Waktu, Indonesia di Ambang Gempa Raksasa

Budaya

Geunteut

Budaya

Dayah Babut Taqwa Al-Muhajirin Meriahkan HUT ke-80 RI dengan Semangat Kebersamaan Santri

Budaya

Budaya

RAPI Lokal Mesjid Raya-Baitussalam Gelar Silaturahmi Penuh Kehangatan di Pos Langit, Gampong Neuheun