Home / Ekonomi

Senin, 23 Desember 2024 - 10:36 WIB

Airbus A330neo Gagal Terbang! Malaysia Airlines Terjebak Krisis Baru

Pesawat Airbus A330neo milik Malaysia Airlines terlihat terparkir di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) setelah dihentikan operasinya akibat masalah teknis pada penerbangan perdananya

Pesawat Airbus A330neo milik Malaysia Airlines terlihat terparkir di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) setelah dihentikan operasinya akibat masalah teknis pada penerbangan perdananya

Bidik24.com – Kuala Lumpur. Malaysia Airlines Bhd kembali menghadapi tantangan dalam operasionalnya setelah pesawat barunya, Airbus A330neo, harus dihentikan sementara selama setidaknya 48 jam akibat masalah teknis yang dialami sejak penerbangan perdananya ke Melbourne pada Kamis lalu.

Direktur Utama Malaysia Aviation Group (MAG), Datuk Kapten Izham Ismail, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi tiga masalah teknis yang berasal dari proses produksi dan pengiriman di pabrik.

“Pesawat tersebut saat ini dihentikan operasinya untuk perbaikan. Airbus dan Rolls-Royce harus menyelidiki akar masalah pada pesawat baru ini. Sebagai produsen, mereka harus bertanggung jawab. Masalah ini sangat tidak bisa diterima, terutama pada pesawat baru. Ini adalah hal yang memalukan,” ungkapnya kepada New Straits Times (NST).

Baca Juga  PPN 12% untuk Barang Mewah, DPR Beri Apresiasi pada Prabowo: Kebijakan Pro-Rakyat atau Sekadar Formalitas!

Izham juga menegaskan bahwa masalah tersebut mencoreng reputasi Malaysia Airlines. “Keselamatan adalah prioritas utama kami. Saya tidak akan mengambil risiko terhadap keselamatan,” tambahnya.

Pada 19 Desember lalu, MAG meluncurkan A330neo dengan acara meriah di Hangar 6, Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). Pesawat yang menggunakan mesin Rolls-Royce Trent 7000 ini adalah unit pertama dari 20 pesanan yang diajukan pada 2022.

Namun, kebanggaan tersebut terganggu setelah A330neo dengan registrasi 9M-MNG mengalami masalah teknis, termasuk pada mesin dan sistem hidroliknya. Masalah tersebut muncul sejak pesawat tiba pada 29 November setelah mengalami keterlambatan pengiriman dua bulan.

Pada 20 Desember, masalah serupa kembali terjadi, menyebabkan pesawat harus diperbaiki segera setelah tiba di Kuala Lumpur. Akibatnya, penerbangan MH149 menuju Melbourne pada 21 Desember harus dibatalkan.

Baca Juga  Kejatuhan Drastis Bernard Arnault: Dari Orang Terkaya Dunia ke Peringkat Lima, Kekayaan Susut Rp 518 Triliun!

Pihak Airbus dan Rolls-Royce telah memberikan respons terkait masalah ini. Airbus menyatakan komitmennya untuk mendukung Malaysia Airlines dalam menangani masalah teknis, sementara Rolls-Royce mengonfirmasi bahwa penyelidikan awal telah mengidentifikasi komponen yang rusak, dan penggantian sedang dilakukan.

Malaysia Airlines sebelumnya juga menghadapi kritik pada Agustus lalu karena harus menunda sejumlah penerbangan akibat kekurangan suku cadang dan komponen mesin. Selain itu, penundaan pengiriman pesawat Boeing 737 MAX 8 dan Airbus A330neo juga mengganggu rencana modernisasi armada dan perluasan jaringan MAG.

MAG terus bekerja sama dengan produsen untuk menyelesaikan berbagai tantangan teknis ini, meskipun dampaknya sudah dirasakan pada operasional mereka.

sub BH

Share :

Baca Juga

Ekonomi

USK Perkuat Hilirisasi MaKaFeed melalui Pelatihan Usaha Maggot di Kuta Ateuh

Ekonomi

USK Kembangkan Ekonomi Sirkular melalui Maggot dan MaKaFeed di Sabang

Ekonomi

14 Bank Tutup Sepanjang 2026, Terbaru BPR Pasarraya Kuta di Bali Dicabut Izinnya

Ekonomi

Usai Dicopot Jadi Menkeu, Putra Purbaya: Bapak Bisa Tidur Nyenyak Lagi dan Balik Jadi Trader

Ekonomi

Konflik Timur Tengah Memanas, Pertamina Sebut Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu per Liter

Ekonomi

Bill Gates Peringatkan Jutaan Pekerjaan Terancam AI: Dunia Belum Siap Hadapi Disrupsi

Berita

Dua Hari, Dua Dunia: Mengapa May Day Begitu Riuh dan Hardiknas Begitu Sunyi?

Ekonomi

Lolos Uji Kelayakan DPR, Friderica Widyasari Dewi Pimpin OJK