Home / Peristiwa

Jumat, 27 Desember 2024 - 20:43 WIB

Anggaran Aceh Tertahan di Pegawai, Pembangunan Masyarakat Terabaikan

Muhammad Tito Karnavian Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia

Muhammad Tito Karnavian Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia

Bidik24.com – Jakarta. Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan kritik terhadap ketidakseimbangan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA), yang dinilai tidak memadai untuk kepentingan pembangunan masyarakat. Menurutnya, dari total APBA yang mencapai Rp16 triliun, sekitar 60 hingga 70 persen dana tersebut justru digunakan untuk kebutuhan gaji pegawai dan tunjangan kinerja, sementara alokasi anggaran untuk pembangunan masyarakat hanya sekitar 20 persen.

Tito menyoroti bahwa sebagian besar anggaran tersebut dialokasikan untuk belanja pegawai, termasuk tunjangan dan biaya operasional lainnya, seperti pengadaan barang dan jasa yang umumnya diperuntukkan bagi keperluan pegawai, seperti peralatan dan fasilitas pendukung. Dalam arahannya kepada kepala daerah di Aceh pada Kamis (22/12/2022), Tito mengungkapkan bahwa hal ini berpotensi memperburuk kondisi perekonomian daerah. Meski Aceh memiliki dana yang besar dan telah menerima dana otonomi khusus sejak 2008, tingkat kemiskinan di daerah tersebut masih tinggi.

Baca Juga  Tinjau Banjir Kutacane, Prabowo Fokuskan Anggaran untuk Sekolah dan Desa

Tito mengingatkan bahwa komposisi anggaran yang lebih besar dialokasikan untuk belanja pegawai dan barang jasa, sementara belanja modal yang diperuntukkan bagi pembangunan masyarakat hanya sekitar 20 hingga 25 persen. Ia pun menyatakan kekhawatirannya jika anggaran tersebut terus berkurang, yang akan semakin memperburuk kondisi pembangunan di Aceh. Tito menekankan pentingnya perbaikan dalam struktur belanja anggaran agar lebih banyak yang digunakan untuk kepentingan rakyat.

Baca Juga  Revolusi Transportasi: Pj Gubernur Aceh Resmikan Jembatan Tutu Panyang untuk Atasi Kemacetan di Kota Santri!

Selain itu, Tito juga menyoroti perlunya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dan mengurangi ketergantungan pada transfer dana dari pemerintah pusat. Ia mengungkapkan bahwa kurangnya kreativitas dan inovasi dalam mengelola sumber daya daerah menjadi faktor utama yang menyebabkan ketergantungan tersebut. “Artinya, daerah belum cukup kreatif dan inovatif dalam mengelola potensi yang ada,” jelas Tito, seraya mengingatkan pentingnya menciptakan terobosan-terobosan baru untuk mendorong perekonomian daerah.

sub infoacehtimur

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Gila! Iran Siap Hancurkan Pasukan AS di Darat?

Peristiwa

Iran Tolak Negosiasi AS, Ajukan 5 Syarat Damai Krusial

Peristiwa

AS–Iran Memanas, Trump Tiba-Tiba Tahan Serangan

Peristiwa

Kapal Induk AS USS Gerald R. Ford Terbakar, Ratusan Pelaut Terdampak—Akan Berlabuh di Yunani

Peristiwa

Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD

Peristiwa

Peran Intelijen CIA dalam Pembunuhan Ayatollah Khamenei yang Mengguncang Iran

Peristiwa

Warga Resah Anjing Liar Berkeliaran, DPRK Banda Aceh Dorong Langkah Tegas

Peristiwa

Dedi Mulyadi Instruksikan Relokasi Korban Longsor, Fokus Keselamatan Warga