Home / Ekonomi

Minggu, 29 Desember 2024 - 17:29 WIB

Bambang Brodjonegoro Bongkar Dalang Kenaikan PPN 12%

Bambang Brodjonegoro mengungkapkan siapa yang berada di balik kenaikan tarif PPN menjadi 12% dalam sebuah wawancara di CNBC Indonesia

Bambang Brodjonegoro mengungkapkan siapa yang berada di balik kenaikan tarif PPN menjadi 12% dalam sebuah wawancara di CNBC Indonesia

Bidik24.com – Jakarta. Bambang Brodjonegoro, Menteri Keuangan pertama di era pemerintahan Jokowi, mengungkapkan siapa yang berada di balik kenaikan tarif PPN yang mencapai 12%. Dalam program Cuap Cuap Cuan di CNBC Indonesia, Bambang mengungkapkan bahwa pengusaha menjadi salah satu pihak yang mengusulkan kenaikan ini.

Pada 2015, beberapa pengusaha mengusulkan agar tarif Pajak Penghasilan Badan (PPh) diturunkan agar setara dengan tarif di Singapura, yakni dari 25% menjadi 17%, demi menarik lebih banyak investasi. Usulan tersebut disampaikan kepada Bambang saat ia menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Namun, Bambang sempat mempertanyakan bagaimana pemerintah dapat tetap menjaga penerimaan pajak jika tarif PPh Badan dikurangi. Salah seorang pengusaha yang mengajukan usulan itu kemudian memberi jawaban bahwa penerimaan pajak bisa ditutupi dengan menaikkan tarif PPN secara bertahap.

Baca Juga  Menteri PKP Desak: Lindungi Lahan Pertanian demi Masa Depan Swasembada Pangan!

Bambang menolak usulan tersebut, karena menurutnya tidak adil jika menurunkan tarif PPh Badan dengan menaikkan tarif PPN, mengingat PPN berlaku untuk seluruh penduduk Indonesia, sedangkan PPh Badan hanya dikenakan pada perusahaan-perusahaan besar.

Meskipun penolakan Bambang, usaha untuk menurunkan tarif PPh dan menaikkan PPN terus berlanjut. Pada 2022, Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) akhirnya diterbitkan, yang mengatur penurunan tarif PPh Badan menjadi 22% dan kenaikan tarif PPN menjadi 12% pada 2025.

Baca Juga  Perburuan Koin Jagat: Warga Jakarta dan Bogor Rela Menempuh Jarak Jauh Demi Hadiah Rp10 Juta!

Bambang juga menilai bahwa Indonesia seharusnya tidak perlu bersaing dengan Singapura dalam hal tarif PPh Badan, mengingat perbedaan besar dalam hal geografi dan demografi. Singapura, sebagai negara kecil dengan jumlah penduduk hanya sekitar 5 juta, tidak bisa disamakan dengan Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar dengan populasi lebih dari 270 juta.

Sementara itu, kenaikan tarif PPN menjadi 12% mulai Januari 2025 ini telah menimbulkan penolakan dari masyarakat, dengan sejumlah pihak membuat petisi daring yang mendesak agar kenaikan tersebut dibatalkan.

sub cnnindonesia

Share :

Baca Juga

Ekonomi

USK Perkuat Hilirisasi MaKaFeed melalui Pelatihan Usaha Maggot di Kuta Ateuh

Ekonomi

USK Kembangkan Ekonomi Sirkular melalui Maggot dan MaKaFeed di Sabang

Ekonomi

14 Bank Tutup Sepanjang 2026, Terbaru BPR Pasarraya Kuta di Bali Dicabut Izinnya

Ekonomi

Usai Dicopot Jadi Menkeu, Putra Purbaya: Bapak Bisa Tidur Nyenyak Lagi dan Balik Jadi Trader

Ekonomi

Konflik Timur Tengah Memanas, Pertamina Sebut Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu per Liter

Ekonomi

Bill Gates Peringatkan Jutaan Pekerjaan Terancam AI: Dunia Belum Siap Hadapi Disrupsi

Berita

Dua Hari, Dua Dunia: Mengapa May Day Begitu Riuh dan Hardiknas Begitu Sunyi?

Ekonomi

Lolos Uji Kelayakan DPR, Friderica Widyasari Dewi Pimpin OJK