Bidik24.com – Meskipun berada jauh dari keluarga, Briptu Iqbal Anwar Arif selalu menyempatkan diri untuk tetap berhubungan dengan orang-orang tercintanya. Sejak berada di Papua dalam tugasnya sebagai aparat kepolisian, Iqbal tidak pernah lupa meluangkan waktu untuk menelepon keluarga yang berada di Bekasi. Komunikasi ini sering dilakukan meskipun waktu yang ada sangat terbatas akibat kesibukannya. Bahkan, beberapa jam sebelum ia gugur dalam peristiwa penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Iqbal masih sempat berbicara dengan keluarganya.
Menurut keterangan keluarga, Iqbal biasanya menelepon pada waktu-waktu tertentu, seperti pagi, sore, atau malam hari. Bahkan, meskipun sudah larut malam, sekitar pukul 22.00 WIB, ia masih menyempatkan diri untuk menelepon, memastikan kabar baik bagi keluarganya yang menunggu di Bekasi. Itulah salah satu bentuk kepedulian dan rasa tanggung jawab yang ditunjukkan oleh Iqbal sebagai anggota keluarga yang selalu ingin memastikan keadaan mereka.
Kisah pengabdian Iqbal berakhir tragis saat ia gugur dalam tugas setelah ditembak oleh KKB. Jenazahnya yang telah diterbangkan dari Papua pada Sabtu (17/1/2025), akhirnya dimakamkan di tempat asalnya, Jaka Setia, pada hari Minggu (19/1/2025). Kehilangan ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekan sejawatnya.
Iqbal dikenang sebagai sosok yang tidak hanya berani dalam menjalankan tugasnya, tetapi juga sebagai pribadi yang penuh perhatian dan kasih sayang kepada keluarga. Sosok Briptu Iqbal Anwar Arif menjadi teladan dalam pengabdian dan pengorbanan seorang prajurit negara yang sekaligus seorang anak, saudara, dan suami yang penuh kasih.
Sub Serambinews.com















