Home / Ekonomi

Jumat, 6 Desember 2024 - 15:41 WIB

Emas Anjlok, Bitcoin Tembus $100.000: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Pasar?

Menampilkan ilustrasi pergerakan harga emas yang menurun, dengan latar belakang grafik finansial dan angka-angka ekonomi !

Menampilkan ilustrasi pergerakan harga emas yang menurun, dengan latar belakang grafik finansial dan angka-angka ekonomi !

Bidik24, Rusia – Harga emas melemah pada Jumat (6/12/2024) akibat kenaikan imbal hasil Treasury AS setelah rilis data klaim pengangguran mingguan. Para pelaku pasar menantikan data ketenagakerjaan non-pertanian (NFP) AS untuk memahami lebih jauh sikap Federal Reserve terkait potensi penurunan suku bunga. Berdasarkan laporan Reuters, harga emas spot turun 0,7% menjadi $2.630,30 per ons pada pukul 02:03 ET (1903 GMT), sementara kontrak berjangka emas AS melemah 1% menjadi $2.648,40 per ons.

David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, menyebut pasar emas saat ini terjebak dalam kisaran tertentu, menunggu data atau faktor yang dapat memicu pergerakan lebih signifikan. Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun meningkat 0,3%, sedangkan harga bitcoin mencapai rekor $100.000 pada Kamis (5/12/2024).

Baca Juga  3 Tersangka Pemerasan PPDS Undip Bebas Berkeliaran! Polisi Bongkar Alasan di Balik Tidak Ditahannya!

Data menunjukkan klaim pengangguran baru di AS meningkat moderat minggu lalu, mencerminkan penurunan aktivitas pasar tenaga kerja secara perlahan. Fokus kini beralih ke laporan NFP, yang diperkirakan menambah 200.000 pekerjaan pada November, setelah kenaikan hanya 12.000 pada Oktober. Jika laporan ini menunjukkan kelemahan, harga emas berpotensi terdorong naik, menurut Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank.

Sementara itu, Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa perekonomian AS lebih tangguh dari perkiraan, sehingga bank sentral AS mengambil pendekatan lebih hati-hati terhadap penurunan suku bunga. Peluang pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Fed 17-18 Desember mendatang diperkirakan mencapai 70%.

Baca Juga  Program Makan Bergizi Gratis Resmi Dimulai di Bandung

Selain emas, logam mulia lain juga mengalami penurunan harga. Perak spot turun 0,5% menjadi $31,12 per ons, platinum melemah 0,4% menjadi $936,95 per ons, dan paladium anjlok 1,4% menjadi $964,40 per ons. Analis ANZ mencatat bahwa peralihan permintaan dari paladium ke platinum dalam industri otomotif menjadi faktor yang menekan harga paladium dan diperkirakan berlangsung hingga 2026.

Sum : Serambinews.com

Share :

Baca Juga

Ekonomi

14 Bank Tutup Sepanjang 2026, Terbaru BPR Pasarraya Kuta di Bali Dicabut Izinnya

Ekonomi

Usai Dicopot Jadi Menkeu, Putra Purbaya: Bapak Bisa Tidur Nyenyak Lagi dan Balik Jadi Trader

Ekonomi

Konflik Timur Tengah Memanas, Pertamina Sebut Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu per Liter

Ekonomi

Bill Gates Peringatkan Jutaan Pekerjaan Terancam AI: Dunia Belum Siap Hadapi Disrupsi

Berita

Dua Hari, Dua Dunia: Mengapa May Day Begitu Riuh dan Hardiknas Begitu Sunyi?

Ekonomi

Lolos Uji Kelayakan DPR, Friderica Widyasari Dewi Pimpin OJK

Ekonomi

AS Kembali Gunakan Kayu Bakar Setelah Penutupan Selat Hormuz

Ekonomi

Ditegur Mahkamah Agung, Trump Pilih Gaspol Perang Tarif