Home / Berita / Politik

Minggu, 8 Desember 2024 - 09:18 WIB

Kertanegara Jadi Saksi! Apa yang Dibahas Prabowo dan Jokowi di Pertemuan Ini?

Dalam suasana penuh ketegangan, Prabowo dan Jokowi terlihat serius dalam pertemuan di Kertanegara. Penuh tanda tanya, gambar ini menangkap momen penting di mana dua tokoh besar bangsa berkumpul untuk membahas isu-isu krusial yang dapat mengubah arah politik Indonesia. Apa agenda tersembunyi di balik pertemuan ini? Kertanegara menjadi saksi bisu dari diskusi yang mungkin akan menentukan masa depan politik tanah air!

Dalam suasana penuh ketegangan, Prabowo dan Jokowi terlihat serius dalam pertemuan di Kertanegara. Penuh tanda tanya, gambar ini menangkap momen penting di mana dua tokoh besar bangsa berkumpul untuk membahas isu-isu krusial yang dapat mengubah arah politik Indonesia. Apa agenda tersembunyi di balik pertemuan ini? Kertanegara menjadi saksi bisu dari diskusi yang mungkin akan menentukan masa depan politik tanah air!

Bidik24.com – Pada malam Jumat, 6 Desember 2024, dua tokoh penting Indonesia, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi), mengadakan pertemuan di kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan.

Pertemuan ini menarik perhatian publik karena mengedepankan suasana persahabatan dan kebersamaan dalam menikmati hidangan sederhana.

Setelah makan malam, Prabowo menyebutkan bahwa menu yang disajikan adalah ayam goreng. Dia juga menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan balasan atas kunjungannya ke rumah Jokowi di Solo, Jawa Tengah.

“Saya mendengar Pak Jokowi ada di Jakarta, jadi saya undang makan. Saya pernah ke rumah beliau di Solo, sekarang saya undang ke Kertanegara,” ujar Prabowo malam itu.

Ketua Umum Partai Gerindra itu menegaskan bahwa mereka hanya sekadar makan malam. Di sisi lain, Jokowi menyatakan bahwa pertemuan ini juga sebagai kunjungan balasan karena merasa rindu.

Jokowi menambahkan bahwa Prabowo sempat berkunjung ke rumahnya di Solo setelah kembali dari Merauke.

“Ketika saya ke Jakarta, ini seperti kunjungan balasan karena kangen,” jelas Jokowi, menegaskan bahwa hubungan mereka tetap baik.

Baca Juga  Kenaikan PPN 12%: Mengguncang Keuangan Mahasiswa Kost, Siap-Siap Terjepit!

Dalam suasana santai, perbincangan mereka juga menyentuh kenangan di Istana Negara. Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan bahwa kedua tokoh tersebut membahas perubahan yang terjadi di Istana setelah Prabowo dilantik sebagai Presiden ke-8 RI.

“Lebih banyak cerita nostalgia di Istana,” ungkap Dasco, menambahkan bahwa Prabowo berbagi tentang perubahan tempat dan barang di Istana. “Pak Prabowo bercerita tentang beberapa tempat yang diubah dan barang yang dipindah,” tambahnya.

Selain nostalgia, Dasco juga menyoroti pembicaraan mengenai konsolidasi Partai Gerindra menjelang ulang tahun partai pada Februari mendatang.

“Kami lebih banyak membahas internal tentang pengelolaan partai ke depan,” kata Dasco.

Dalam kesempatan itu, Prabowo ditanya tentang kemungkinan Jokowi bergabung dengan Partai Gerindra, terutama setelah Sekretaris Jenderal PDI-P, Hasto Kristiyanto, menyatakan bahwa Jokowi tidak lagi menjadi bagian dari PDI-P.

Menanggapi hal ini, Prabowo menyatakan bahwa Gerindra terbuka untuk siapa saja, tetapi menegaskan bahwa dia tidak dapat memaksa Jokowi untuk bergabung.

Baca Juga  Cak Imin Klaim Rp 10.000 Cukup untuk Makan Bergizi, Benarkah?

“Gerindra terbuka, tapi kita tidak bisa memaksa beliau untuk masuk,” tegas Prabowo.

Sebelumnya, Hasto menegaskan bahwa Jokowi, putranya Gibran Rakabuming Raka, dan menantunya Bobby Nasution, tidak lagi menjadi bagian dari PDI-P.

“Saya tegaskan bahwa Pak Jokowi dan keluarganya sudah tidak lagi menjadi bagian dari PDI Perjuangan,” kata Hasto di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada 4 Desember 2024.

Hasto menjelaskan bahwa partai telah menilai bahwa praktik politik yang dijalankan Jokowi dan keluarganya tidak lagi sejalan dengan cita-cita partai yang diperjuangkan sejak era Bung Karno.

“Praktik-praktik politik ini harus menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, terutama dalam menjalankan disiplin partai,” tambahnya.

Hasto juga mengatakan bahwa keanggotaan PDI-P bukan hanya soal ada atau tidaknya KTA, tetapi tentang komitmen dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik.

Sumber: KOMPAS.com

Share :

Baca Juga

Berita

MIN 20 Aceh Besar Terima Bantuan Galon Air Isi Ulang dari DLH Aceh Besar sebagai Sekolah Adiwiyata Terpilih Tahun 2026

Berita

Resmi Dilantik, Tuha Peut Neuheun Siap Awasi dan Benahi Tata Kelola Gampong

Berita

Dua Hari, Dua Dunia: Mengapa May Day Begitu Riuh dan Hardiknas Begitu Sunyi?

Politik

Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Dinasti Baru Dimulai?

Politik

Anies Baswedan Soroti Munculnya Dinasti Keluarga Demokrasi Indonesia Terancam Ketidaksetaraan

Politik

Kembali ke Komisi III, Sahroni Dilantik Jadi Wakil Ketua

Politik

Dipanggil Polisi, Pandji Siap Buka-bukaan soal Kontroversi “Mens Rea”

Politik

Noel Buka-bukaan di Sidang, Ada Info A1 Menkeu Purbaya Terancam Nasib Serupa