Home / Berita / Ekonomi

Minggu, 8 Desember 2024 - 12:22 WIB

Krisis Terus Melanda! Jumlah Bank Bangkrut di RI Meningkat Jadi 17!

Dalam suasana tegang, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terlihat bersiap untuk melakukan pembayaran klaim penjaminan simpanan dan likuidasi PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Duta Niaga. Gambar ini mencerminkan realitas pahit dari krisis finansial yang mengguncang dunia perbankan di Indonesia. Dengan setiap langkah, pertanyaan besar muncul: siapa yang akan bertanggung jawab atas keruntuhan ini, dan apa dampaknya bagi nasabah yang kehilangan harapan?

Dalam suasana tegang, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terlihat bersiap untuk melakukan pembayaran klaim penjaminan simpanan dan likuidasi PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Duta Niaga. Gambar ini mencerminkan realitas pahit dari krisis finansial yang mengguncang dunia perbankan di Indonesia. Dengan setiap langkah, pertanyaan besar muncul: siapa yang akan bertanggung jawab atas keruntuhan ini, dan apa dampaknya bagi nasabah yang kehilangan harapan?

Bidik24.com – Menjelang akhir tahun, jumlah bank yang bangkrut di Indonesia semakin meningkat. Saat ini, ada 17 bank yang telah dinyatakan tutup. Baru-baru ini, izin usaha Bank Perekonomian Rakyat (BPR), yang sebelumnya dikenal sebagai Bank Perkreditan Rakyat, dicabut oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 5 Desember 2024.

Bank yang berlokasi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini sudah tidak memiliki izin sejak September 2024.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kini sedang mempersiapkan proses pembayaran klaim penjaminan simpanan serta likuidasi BPR yang beralamat di Jl. Pangeran Natakusuma No. 80D, Kota Pontianak.

Untuk memastikan nasabah BPR Duta Niaga mendapatkan pembayaran klaim simpanan sesuai ketentuan, LPS akan melakukan rekonsiliasi dan verifikasi data simpanan serta informasi lainnya. Proses ini diharapkan selesai dalam waktu 90 hari kerja, atau paling lambat hingga 29 April 2025.

Dana untuk pembayaran klaim nasabah BPR Duta Niaga akan diambil dari dana LPS. Nasabah dapat memeriksa status simpanan mereka di kantor BPR Duta Niaga atau melalui situs web LPS (www.lps.go.id) setelah pengumuman pembayaran klaim.

Baca Juga  Masyarakat Lampuuk Tolak Pembangunan PLTB untuk Selamatkan Hutan Adat

Debitur bank masih dapat melakukan pembayaran cicilan atau melunasi pinjaman di kantor BPR Duta Niaga dengan menghubungi Tim Likuidasi LPS.

Sekretaris LPS, Jimmy Ardianto, mengingatkan nasabah BPR Duta Niaga untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi melakukan tindakan yang dapat menghambat proses pembayaran klaim dan likuidasi bank, serta tidak mempercayai pihak-pihak yang mengklaim dapat membantu dengan imbalan atau biaya tambahan.

Nasabah juga perlu tahu bahwa masih banyak BPR/BPRS dan bank umum lain yang beroperasi, sehingga setelah simpanan mereka dibayarkan oleh LPS, mereka bisa beralih ke bank lain yang lebih dekat.

Nasabah tidak perlu ragu untuk menyimpan uang di perbankan karena semua simpanan di bank yang beroperasi di Indonesia dijamin oleh LPS.

Baca Juga  Trump Pertimbangkan Darurat Ekonomi untuk Naikkan Tarif Impor

“Agar simpanan nasabah dijamin oleh LPS, mereka diimbau untuk memenuhi syarat 3T LPS: Tercatat dalam pembukuan bank, tingkat bunga simpanan yang diterima tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS, dan tidak melakukan tindakan pidana yang merugikan bank,” tutupnya.

Jika nasabah membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai penjaminan simpanan dan likuidasi BPR Duta Niaga, mereka dapat menghubungi Pusat Layanan Informasi (Puslinfo) LPS di nomor 154.

Berikut daftar 17 Bank yang ditutup:

BPR Wijaya Kusuma

BPRS Mojo Artho Kota Mojokerto (Perseroda)

BPR Usaha Madani Karya Mulia

BPR Pasar Bhakti Sidoarjo

BPR Purworejo

BPR EDC Cash

BPR Aceh Utara

PT BPR Sembilan Mutiara

PT BPR Bali Artha Anugrah

PT BPRS Saka Dana Mulia

BPR Dananta

BPR Bank Jepara Artha

BPR Lubuk Raya Mandiri

BPR Sumber Artha Waru Agung

BPR Nature Primadana Capital

BPR Duta Niaga

Sumber: CNBCINDONESIA.com

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Lolos Uji Kelayakan DPR, Friderica Widyasari Dewi Pimpin OJK

Ekonomi

AS Kembali Gunakan Kayu Bakar Setelah Penutupan Selat Hormuz

Ekonomi

Ditegur Mahkamah Agung, Trump Pilih Gaspol Perang Tarif

Ekonomi

Antara Tradisi dan Janji, Kisah Uang Meugang di Pendopo

Ekonomi

Kabur ke Luar Negeri, Riza Chalid Resmi Berstatus Buronan Internasional

Ekonomi

Ketua KPK Tanggapi Klaim Noel soal Menkeu Purbaya: Kami Hanya Berpegang pada Fakta Persidangan

Ekonomi

Emas Menggila! Antam Cetak Rekor, Semua Merek Kompak Naik

Ekonomi

Heboh Video TikTok Soal Rekening Jokowi, Kemenkeu Pastikan Itu Berita Bohong