Bidik24.com – Aceh Besar, Gampong Neuheun – Lembaga Keamanan Gampong Neuheun (LKGN) berhasil menggagalkan aksi tawuran yang melibatkan dua kelompok geng motor di wilayah hukum (wilkum) Gampong Neuheun. Kejadian ini terungkap berkat kewaspadaan dan laporan dari warga yang merasa resah dengan gelagat mencurigakan yang terdeteksi menjelang dini hari.
Pada pukul 02.00 WIB, LKGN yang dipimpin oleh Didiet Aftridianto langsung bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima informasi mengenai sekelompok remaja yang merencanakan tawuran di sekitar Gedung Wali Nanggroe, tepatnya di dekat Meligoe Lambaro. Berdasarkan hasil interogasi, diketahui bahwa para remaja ini berasal dari desa yang berbeda dan berkumpul untuk melakukan aksi tawuran tersebut.
Sebanyak 14 remaja yang masih berstatus pelajar SMP ini diketahui membawa berbagai peralatan tajam, termasuk pisau, linggis, parang, celurit, dan benda-benda berbahaya lainnya yang digunakan untuk tawuran. Mereka telah berkumpul di kompleks perumahan yang biasa disebut Komplek PP Budha Tsuzi, yang terletak di Gampong Neuheun, Aceh Besar. Namun, berkat deteksi dini yang dilakukan oleh LKGN, upaya tawuran ini berhasil digagalkan sebelum mereka sempat beraksi.
Pihak LKGN yang bergerak sigap langsung mengamankan para pelaku tawuran. Saat penangkapan, para remaja ini sempat melawan, namun dengan tindakan tegas berupa shock therapy, mereka akhirnya menyerah dan tidak berbuat lebih lanjut. Setelah ditangkap, ke-14 remaja ini langsung dibawa ke kantor LKGN untuk proses pembinaan dan pengawasan lebih lanjut.
LKGN kemudian menghubungi orang tua masing-masing remaja tersebut untuk meminta pertanggungjawaban dan memastikan mereka mendapatkan pembinaan yang diperlukan. Orang tua para pelaku tawuran menyatakan kesiapan mereka untuk membina anak-anak mereka dan telah membuat pernyataan tertulis yang diserahkan kepada LKGN sebagai komitmen untuk tidak membiarkan kejadian serupa terulang. Penyerahan kembali anak-anak ini dipimpin langsung oleh kecik Gampong Neuheun Sofyan, personil LKGN dan juga warga Gampong.
Ketua LKGN, Didiet aftridianto, menegaskan bahwa pembinaan terhadap anak-anak yang terlibat tawuran ini akan dilakukan dengan pengawasan ketat dari LKGN dan warga sekitar. “Kami tidak akan mentolerir aksi kekerasan seperti ini di wilayah Gampong Neuheun. Kami berharap dengan adanya pembinaan yang baik dari keluarga dan masyarakat, mereka dapat berubah dan tidak terjerumus kembali ke dalam perilaku negatif dan semua pergerakan di wilayah Neuheun sudah kami pantau laporan nya juga kami sampaikan ke Kapolsek Wilayah Operasi Mesjid Raya yaitu Iptu Rully Yuiza Away,” ujar Didiet aftridianto.
LKGN juga mengingatkan kepada warga Gampong Neuheun dan sekitarnya untuk terus waspada dan melaporkan segala kegiatan yang mencurigakan. Tindakan cepat dari LKGN, yang dibantu oleh masyarakat setempat, berhasil mencegah bentrokan antar geng motor yang bisa mengganggu ketertiban umum dan membahayakan keselamatan.
Sebagai langkah preventif, LKGN bersama warga Gampong Neuheun berencana untuk meningkatkan pengawasan di area-area rawan tawuran dan kekerasan. LKGN juga menegaskan bahwa jika ada kelompok atau individu yang mencoba membuat kerusuhan di wilayah ini, mereka akan menghadapi sanksi tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Peristiwa ini menjadi bukti bahwa dengan kerjasama yang baik antara LKGN, warga, dan pihak terkait lainnya, keamanan dan ketertiban di Gampong Neuheun dapat terjaga dengan baik. LKGN berharap, kejadian ini menjadi pelajaran bagi para remaja bahwa tawuran bukan solusi dan hanya akan merugikan diri sendiri serta orang lain.
Laporan Tim Bidik24.com















