Bidik24.com, Jakarta – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia dari DKI Jakarta, Happy Farida Djarot, mengusulkan agar pemerintah memberikan variasi menu pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan kepada siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga tingkat SMA, terutama di wilayah Jakarta Selatan (Jaksel). Hal ini ia sampaikan setelah menyaksikan pelaksanaan program MBG di SDN Bangka 01 Pagi, Jakarta, pada Senin (13/1/2025).
Menurut Happy Djarot, meskipun menu yang disajikan dalam program ini sudah disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak-anak, namun ia menilai pemberian makanan yang sama untuk semua jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA, harus dievaluasi. “Pemberian makanan ini mulai dari PAUD hingga SMA dengan menu yang serupa, hanya berbeda dalam nilai kalorinya. Saya rasa, ini perlu dievaluasi lebih lanjut,” ujar Happy.
Ia menambahkan, penting untuk memastikan bahwa makanan yang diberikan benar-benar mengandung gizi yang optimal bagi tumbuh kembang anak. “Kandungan gizi dan kalori dalam makanan harus diperhatikan secara lebih cermat agar tidak ada anak yang mengalami reaksi alergi. Kita juga harus terus mengevaluasi program ini agar benar-benar memberikan manfaat bagi kesehatan anak-anak kita,” jelas Happy.
Selain itu, Happy juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh sekolah dan orangtua dalam mengenalkan pola hidup sehat kepada anak-anak. Menurutnya, program Makan Bergizi Gratis bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga orangtua yang berperan aktif dalam mendidik anak-anak mereka untuk menghindari konsumsi makanan instan atau tidak sehat. “Edukasi mengenai pola makan sehat ini tidak hanya tugas pemerintah, tetapi orangtua juga harus berperan aktif di rumah,” tambahnya.
Pada pelaksanaan program MBG kali ini, sebanyak 261 siswa dari SDN Bangka 01 Pagi menerima menu yang terdiri dari nasi putih, ayam goreng mentega, tempe orek, tumis kacang panjang, dan potongan buah pepaya. Program ini dilaksanakan serempak di 16 sekolah yang berada di dekat lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemang, yang dikelola oleh Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSI). Total, ada 2.972 porsi makanan yang diberikan kepada siswa di kawasan tersebut.
Lokasi SPPG Kemang mencakup berbagai sekolah di wilayah Jakarta Selatan, mulai dari PAUD hingga SMA, dengan rincian sebagai berikut:
– PAUD KBN 31 (30 siswa)
– PAUD Asy Syamsiyah (18 siswa)
– SD SKB 31 (19 siswa)
– MI NURUL ISLAM (24 siswa)
– MI Sa’adatulmuslimin (80 siswa)
– SDN 01 Bangka (261 siswa)
– SDN 03 Bangka (241 siswa)
– SDN 07 Bangka (231 siswa)
– MI Al Hidayatussalafiyah (218 siswa)
– MTS Al Hidayatussalafiyah (77 siswa)
– SMPN 124 (653 siswa)
– MTS Darussa’adah Pedurenan (38 siswa)
– SMP SKB 31 (56 siswa)
– SMA SKB 31 (64 siswa)
– SMAN 60 Jakarta (792 siswa)
– SMKS Mitra Pembangunan (170 siswa)
Pemberian makan bergizi gratis diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kebugaran siswa, sekaligus membantu mereka mendapatkan gizi yang lebih baik untuk mendukung proses belajar. Namun, seperti yang disoroti oleh Happy Djarot, evaluasi terus-menerus mengenai variasi menu dan kandungan gizi dalam makanan yang diberikan sangat penting untuk memastikan program ini berjalan dengan efektif dan dapat memenuhi kebutuhan gizi seluruh siswa yang terlibat.
Sub Antaranews.com















